ECONOMIC ZONE - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), melalui anak usahanya PT Suryacipta Swadaya, melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking kawasan kota mandiri bertajuk Subang Smartpolitan.
Presiden Direktur Surya Semesta Internusa, Johannes Suriadjaja mengatakan, Subang Smartpolitan akan dikembangkan di atas lahan seluas 2.700 hektare dengan konsep smart dan sustainable.
“Melalui anak perusahaan kami Suryacipta Swadaya, kami akan membangun kota mandiri yang dapat dibanggakan serta selaras dengan visi perusahaan di mana Subang Smartpolitan tidak hanya akan memberikan kontribusi terhadap wilayah Subang tetapi untuk Indonesia,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/11).
Dengan menggabungkan teknologi modern dan kreatifitas, menurut Johannes, groundbreaking ceremony ini dirancang menjadi lebih dari sekedar peresmian peletakan batu pertama namun juga menampilkan visual dari kota masa depan Subang Smartpolitan. Mengusung tema Made from Future, di lokasi groundbreaking terdapat showcase video projection mapping dari rancangan pembangunan Fase-1 atau South Plan area yang terdiri dari South Smart Core, lahan industri, perumahan, utility area dan area komersial.
“Pembangunan tahap pertama Subang Smartpolitan meliputi lahan seluas 400 ha. Ini merupakan proyek strategis yang terletak di kawasan bisnis dan ekonomi masa depan di Jawa Barat yang tercakup dalam Rebana Metropolitan,” paparnya.
Rebana Metropolitan merupakan kawasan yang diprediksi akan menjadi masa depan Jawa Barat yang meliputi area di 6 kabupaten dan 1 kota yaitu Kabupaten Sumedang, Subang, Majalengka, Indramayu, Kuningan, Cirebon dan Kota Cirebon.
“Terbangunnya infrastruktur strategis utama seperti jalan tol, bandara dan pelabuhan laut akan semakin meningkatkan perekonomian di Rebana Metropolitan, sehingga lokasi Subang Smartpolitan menjadi lebih strategis karena berada di jantung pengembangan bisnis dan ekonomi masa depan di Jawa Barat dan menjadi destinasi baru investasi di Indonesia,” ujar Johannes.
Dalam waktu dekat Subang akan semakin berkembang dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban. Kehadiran Patimban akan mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, sehingga diharapkan ekspor akan meningkat.
Komentar