ECONOMIC ZONE - Bantuan Langsung Tunai yang diberikan Pemerintah kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih menjadi sorotan. Hal ini disampaikan oleh Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara.
Menurut Bhima, masih banyak pelaku UMKM yang tidak atau belum terdata sebagai penerima BLT tersebut. Hal ini disebabkan karena waktu yang diberikan untuk memverifikasi data penerima bantuan dinilai sangat terbatas.
“Kondisi ini rentan terjadi tumpang tindih bantuan, sebab, pelaku usaha mikro tersebut bisa saja terlebih dahulu menerima bantuan dari pihak lain,” ujar Bhima saat dihubungi Economiczone.id, Senin(2/11/2020).
Kemudian Bhima menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan lebih lanjut dari Pemerintah, terkait pemanfaatan BLT yang diberikan kepada masyarakat khususnya penggiat UMKM.
“Hal ini disebabkan karena kurangnya pendampingan serta pengawasan dari Pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi dan UMKM. Pendampingan dari Pemerintah serta perbaikan akurasi data, merupakan hal penting untuk memastikan dana yang diberikan Pemerintah tepat sasaran, yaitu untuk pengembangan bisnis UMKM,” tambah Bhima.
Mekanisme penyaluran bantuan kepada UMKM pun dirasa kurang tepat apabila melewati perbankan. Sebab, UMKM yang disasar adalah usaha mikro dan ultra mikro, dimana segmentasi usaha ini ialah tidak mendapat layanan Bank (unbankable), jauh saat sebelum masa pandemi.
Untuk mengatasi hal tersebut, menurut Bhima, Pemerintah sebaiknya menggandeng koperasi untuk menyalurkan bantuan lebih merata, karena koperasi dinilai lebih memahami karakteristik debitur mikro dan ultra mikro.
“Pihak Bank saja biasanya ambil data nasabah dari koperasi, seharusnya saat ini merupakan momentum yang tepat untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat,” tambah Bhima.
Hal ini dirasakan langsung oleh masyarakat penggiat UMKM, yang juga penerima BLT dari Pemerintah, Nirpa. Menurutnya informasi yang disampaikan Pemerintah terkait pemberian bantuan sosial tersebut masih belum maksimal. Ia hanya mengetahui kabar dana bansos tersebut hanya dari orang-orang terdekat dan diarahkan untuk mendaftar BLT tersebut secara Online.
“Saya baru tahu informasi ini dari tetangga, bukan dari penyuluhan petugas atau yang lainnya,” kata Nirpa saat di wawancarai Economiczone.id di Pasar Induk Tangerang, Sabtu (31/10/2020).
Ia mengharapkan agar kedepannya Pemerintah memperhatikan lebih detail masyarakat yang profesinya sebagai pekerja UMKM dan diberikan penyuluhan secara merata kepada seluruh masyarakat agar tujuan Presiden untuk pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19 tercapai.
“Kedepannya semoga Pemerintah lebih sering memperhatikan kami para penggiat UMKM, agar usaha dan pendapatan kami bisa kembali normal lagi seperti sebelum masa pandemi ini,” tutup Nirpa.
Komentar