Aldhi Chandra
Selasa, 23 Juni 2020 - 18:29 WIB

Ericsson Mobility Report: Dampak COVID-19 buktikan peran penting jaringan bagi masyarakat

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Ericsson (NASDAQ: ERIC) memperkirakan jumlah pelanggan 5G di seluruh dunia mencapai 190 juta pada akhir 2020 dan 2,8 miliar pada akhir 2025. Di wilayah Asia Tenggara dan Oseania, 5G diperkirakan mencakup 21 persen pelanggan seluler pada 2025. Perkiraan itu termasuk dalam “Ericsson Mobility Report” edisi Juni 2020, dilengkapi dengan perkiraan pertumbuhan data traffic serta jumlah pelanggan di setiap wilayah.

Laporan itu juga menyajikan ulasan tajam tentang peran jaringan dan infrastruktur digital dalam mendukung keberlangsungan kegiatan masyarakat serta membantu keluarga tetap terhubung selama masa pandemi COVID-19.

Jerry Soper, Country Head of Ericsson Indonesia, mengatakan, “Orang-orang di seluruh dunia harus mengubah kehidupan sehari-hari mereka akibat pandemi COVID-19. Perpindahan tempat kerja atau proses belajar ke rumah telah menunjukan pertumbuhan data traffic dari bisnis ke perumahan bergeser dengan cepat. Hal ini semakin menunjukkan pentingnya konektivitas.” 

Sementara pertumbuhan jumlah pelanggan 5G di beberapa negara melambat akibat pandemi itu, pertumbuhan jumlah pelanggan 5G di beberapa negara lain justru terus meningkat, sehingga mendorong Ericsson meningkatkan perkiraan pertumbuhan jumlah pelanggan 5G secara global hingga akhir 2020.

“Keberhasilan 5G tidak hanya diukur dari jumlah pelanggan yang tinggi, karena dampak dari teknologi ini pada akhirnya juga dinilai dari manfaatnya bagi masyarakat dan pelaku usaha,” tambah Jerry, “5G adalah platform yang dibuat untuk inovasi karena teknologi ini akan merumuskan ulang cara orang berinteraksi, cara masyarakat melakukan kegiatan sehari-hari, serta cara bisnis bekerja.

Nilai infrastruktur digital

Perubahan perilaku akibat aturan lockdown menyebabkan berbagai perubahan-perubahan terukur, baik pada jaringan stabil maupun seluler. Pangsa terbesar dari peningkatan lalu lintas data berasal dari jaringan stabil di wilayah perumahan, yang tumbuh 20-100 persen. Namun, banyak penyedia layanan juga melihat lonjakan permintaan pada jaringan seluler mereka.

Menurut penelitian terkini Ericsson Consumer Lab, 83 persen responden dari 11 negara menyatakan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) membantu mereka menjalani masa lockdown. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan penerapan dan penggunaan berbagai layanan ICT, seperti, aplikasi e-learning dan kesehatan, yang dapat membantu masyarakat menyesuaikan diri dengan kenyataan baru, didukung oleh konektivitas.

Ke depan, 57 persen responden menyatakan akan menabung demi keamanan keuangan mereka, sementara sepertiga lainnya berencana berinvestasi pada 5G dan jaringan broadband yang ditingkatkan di rumah mereka. Hal tersebut dilakukan untuk menyiapkan diri dalam menghadapi kemungkinan gelombang kedua COVID-19.

Potensi Bisnis 5G

Dengan adanya pandemi COVID-19 saat ini juga menyoroti makna penting digitalisasi untuk bisnis di seluruh dunia. Konektivitas memungkinkan perusahaan terus terlibat dengan pelanggan serta melakukan transaksi bisnis secara online. Selain itu, kombinasi 5G dan digitalisasi menciptakan peluang baru bagi penyedia layanan untuk memperluas bisnis mereka di luar konektivitas ke berbagai sektor, mulai dari perawatan kesehatan, otomotif hingga manufaktur.

Magnus Ewerbring, Ericsson Chief Technology Officer for Asia-Pacific, mengatakan, “Ericsson bertekad menyediakan solusi teknologi terkemuka untuk memberdayakan pengguna. Jaringan 5G menawarkan kecepatan lebih tinggi, latensi sangat rendah, dan jangkauan luas tanpa batas, yang memungkinkan pengguna memiliki pengalaman cepat dan mulus, yang belum pernah mereka miliki sebelumnya.

Pada tahap awal implementasi 5G, cara operator untuk mengatasi pertumbuhan data traffic yang sangat besar adalah dengan meningkatkan kapasitas jaringan, kecepatan, dan kualitas di wilayah metropolitan dengan peningkatan broadband seluler. Seiring berjalannya waktu, inovasi  5G untuk bisnis yang baru dan menarik akan hadir bersama dengan use case IoT yang akan semakin membuka peluang bagi operator. Kami pun percaya bahwa keamanan 5G akan memberikan kepercayaan yang memungkinkan sistem 5G dapat memenuhi kebutuhan sebagian besar use case. 

Di Asia Tenggara, nilai pendapatan tambahan dari layanan digitalisasi yang menggunakan teknologi 5G untuk penyedia layanan diperkirakan mencapai USD 41 miliar pada 2030. 

Unduh di sini untuk membaca “Ericsson Mobility Report” edisi Juni 2020

Laporan ini juga membahas perkiraan pertumbuhan data traffic, jumlah pelanggan di tiap wilayah, informasi mengenai industri cloud-based gaming, tulisan mendalam mengenai jaringan pribadi eksklusif, serta strategi gelombang milimeter milik Verizon untuk wilayah metropolitan.

Pada saat ini, Ericsson memiliki lebih dari 93 perjanjian atau kontrak 5G komersial dengan penyedia layanan komunikasi berbeda, 40 di antaranya merupakan jaringan yang sudah menyediakan 5G secara langsung.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
2 jam yang lalu
Beli Tiket MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 via wondr by BNI, Diskon hingga Rp300 Ribu
BNI menghadirkan penawaran khusus bagi nasabah yang ingin menyaksikan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, NTB pada 9-11 Oktober 2026
 
Nasional
23 jam yang lalu
Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia
NeutraDC mantapkan rencana pengembangan AI data center hingga 1 GW, dukung pemerataan kapabilitas komputasi nasional
 
Nasional
22/09/2026 11:28 WIB
Menhut dan Kepala BNPB Perkuat Sinergi Pengendalian Karhutla Pasca-Penurunan Hotspot Nasional
Di Kalimantan Tengah, kabut asap sempat membatasi operasi udara dari Bandara Tjilik Riwut. Pemerintah karena itu menyesuaikan basis operasi OMC dengan memanfaatkan Bandara Syamsudin Noor serta Pangkalan Bun mengikuti kondisi jarak pandang dan peta potensi awan dari BMKG.
 
Nasional
22/09/2026 10:49 WIB
Tokopedia dan TikTok Shop Pelopori Produk Kurasi Kemendag Lewat #BeliLokal
Dengan membawa para penjual Pilihan BuSan ke Tokopedia dan TikTok Shop sebagai mitra platform digital pertama mereka, kami ingin membantu produk lokal ditemukan oleh lebih banyak konsumen dari seluruh penjuru Indonesia sekaligus mewujudkan komitmen #BeliLokal melalui discovery commerce,”…
 
Nasional
21/09/2026 19:28 WIB
TelkomGroup dan China Unicom Jalin Kemitraan Strategis untuk Perkuat Ekosistem Digital Indonesia
Kemitraan ini menggabungkan kapabilitas infrastruktur dan pemahaman pasar TelkomGroup dengan jaringan global China Unicom yang melayani lebih dari 1,2 miliar pengguna di dunia.
 
Nasional
21/09/2026 15:23 WIB
Peringati Hari Sungai dan World Cleanup Day, TelkomGroup Angkut 5,1 ton Sampah dari Kali Krukut
Bersama pemerintah provinsi, TelkomGroup melibatkan karyawan dan masyarakat setempat dalam aksi bersih perairan di sekitar The Telkom Hub
 
Nasional
18/09/2026 18:32 WIB
BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya BNI memperkuat perannya sebagai mitra perbankan Unpad sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang dekat dengan aktivitas mahasiswa, sivitas akademika, dan alumni.
Ad Placholder