Endang Muchtar
Senin, 13 Juli 2026 - 22:14 WIB

Buku Puisi Esai Denny JA Diterjemahkan Dalam Tiga Puluh Lima Bahasa

Foto/dok. Denny JA /ECONOMICZONE
Foto/dok. Denny JA /ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Buku puisi esai karya Denny JA akan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa, menjadikannya salah satu proyek penerjemahan sastra Indonesia paling luas dalam sejarah.

Penerbit CBI mengumumkan keputusan tersebut lahir setelah Denny JA menerima BRICS Award 2025 untuk kategori Inovasi Sastra. Semula dari pihak Panitia BRICS Award muncul gagasan agar karya puisi esainya diterjemahkan ke bahasa negara-negara anggota BRICS. 

Penghargaan BRICS Award 2025 tersebut diberikan oleh sembilan dewan juri internasional yang mewakili semua negara anggota, setelah menyisihkan ratusan kandidat dari berbagai negara.

Namun gagasan itu berkembang menjadi proyek yang jauh lebih luas: menghadirkan satu karya yang mengangkat tragedi kemanusiaan dunia kepada pembaca lintas budaya dan lintas bahasa.

“Bagi kami, penerjemahan bukan sekadar memindahkan kata-kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Penerjemahan adalah cara memperluas empati antarmanusia,” ujar Dirut Penerbit CBI, Ari Nugroho.

Dari delapan buku puisi esai Denny JA yang telah tersedia dalam bahasa Inggris, judul buku: “Yang Menggigil dalam Arus Sejarah” dipilih karena mengangkat tema yang paling universal.

Lima belas puisi esai di dalamnya membawa pembaca memasuki berbagai tragedi besar dunia: Perang Dunia Pertama, Flu Spanyol, Revolusi Rusia, Hiroshima, Pembantaian Nanking, Revolusi Prancis, Bastille, perbudakan di Amerika, Holocaust, Ghetto Warsawa, kelaparan besar di bawah Mao Zedong, Revolusi Kebudayaan Tiongkok, hingga tragedi boat people Vietnam.

Namun buku ini tidak menempatkan para penguasa sebagai tokoh utama sejarah.

Yang dihadirkan justru mereka yang selama ini hampir tak pernah disebut: seorang ibu yang kehilangan anaknya akibat bom Hiroshima, seorang bocah Yahudi yang tak pernah kembali dari Auschwitz, atau keluarga pengungsi Vietnam yang mempertaruhkan hidup di Laut Cina Selatan demi secercah harapan.

“Sejarah biasanya mengingat para pemenang. Sastra mengingat mereka yang nyaris dilupakan,” kata Penerbit.

Keunikan buku ini terletak pada bentuk puisi esai, sebuah genre yang memadukan puisi naratif dengan catatan kaki faktual.

Setiap puisi dibangun di atas peristiwa sejarah yang terdokumentasi, sementara bahasa puitis menghadirkan pengalaman emosional para korban.

“Sejarah menjelaskan apa yang terjadi. Puisi membantu kita merasakan bagaimana rasanya berada di dalam peristiwa itu,” ujar Penerbit CBI.

Menurut penerbit, pendekatan tersebut membuat pembaca tidak hanya memperoleh pengetahuan sejarah, tetapi juga mengalami kedalaman moral dari setiap tragedi.

-000-

Salah satu puisi yang paling menyentuh dalam buku ini berkisah tentang keluarga Nguyen, pengungsi Vietnam yang berlayar di Laut Cina Selatan.

Di tengah ombak dan ancaman kematian, seorang ayah hanya mampu meminta putrinya memejamkan mata dan membayangkan sebuah negeri yang ramah.

“Bagi kami, adegan itu menunjukkan hakikat sastra. Statistik mampu mengejutkan, tetapi satu wajah manusia sering kali jauh lebih sulit dilupakan daripada jutaan angka,” ujar Penerbit CBI.

Karena itulah buku ini dipandang memiliki daya jangkau universal.

Tangisan seorang ibu di Hiroshima dapat dipahami di Brasil. 

Ketakutan seorang anak Yahudi dapat dirasakan di Mesir. Harapan seorang pengungsi Vietnam dapat dimengerti di Afrika Selatan.

Bahasa yang sesungguhnya dipakai buku ini bukanlah bahasa Indonesia ataupun Inggris, melainkan bahasa kemanusiaan.

Ari Nugroho menilai bahwa dunia saat ini memerlukan lebih banyak karya yang membangun empati lintas budaya.

Proyek penerjemahan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama telah rampung, mencakup enam bahasa utama dunia: Inggris, Prancis, Spanyol, Arab, Rusia, dan Mandarin. Keenam bahasa ini dipilih karena mewakili cakupan pembaca terbesar di lima benua sekaligus merepresentasikan bahasa resmi PBB dan bahasa kerja negara-negara anggota BRICS.

Tahap kedua akan memperluas jangkauan ke 29 bahasa tambahan dari berbagai negara di Asia, Afrika, Eropa, Amerika Latin, dan Oseania, dengan target penyelesaian pada akhir 2027. Ketika seluruh proses rampung, “Yang Menggigil dalam Arus Sejarah” akan tersedia dalam 35 bahasa—menjadikannya salah satu karya sastra Indonesia dengan jangkauan bahasa terluas hingga saat ini.

Seluruh edisi terjemahan akan dipublikasikan secara terbuka dan dapat diakses melalui Google Books, sehingga pembaca dari negara mana pun dapat mengunduh dan membacanya tanpa hambatan geografis. 

Format digital ini dipilih agar karya benar-benar menjangkau pembaca lintas budaya, sejalan dengan semangat universalitas yang menjadi jiwa buku ini.

Untuk merealisasikan proyek ini, Penerbit CBI menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak penerjemahan, serta pihak BRICS yang di Indonesia dikoordinasikan oleh Sastri Bakry, sastrawan dan tokoh sastra yang menjadi koordinator Indonesia untuk inisiatif BRICS Literary Innovation. 

Denny JA sendiri menyatakan: “Tiga puluh lima bahasa bukanlah tujuan akhir. Yang ingin saya sebarkan bukan sekadar puisi, melainkan kemampuan manusia untuk ikut merasakan penderitaan manusia lain.” ***

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/11/2026 18:17 WIB
Telin Dinobatkan Perusahaan Wholesale Terbaik di Asia dalam Telecom Review Excellence Awards 2026
Apresiasi atas inovasi kabel bawah laut dan pengembangan bisnis konektivitas wholesale Telin, sejalan dengan kontribusinya dalam perkembangan pasar di industri ICT Global
 
Nasional
05/11/2026 19:14 WIB
Dukung Akurasi Informasi Penerbangan, Telkom University dan AirNav Kenalkan NOTAM Berbasis AI di AS
Pengembangan inovasi teknologi AI LLM dorong efisiensi industri penerbangan
 
Nasional
05/11/2026 17:10 WIB
Metranet Hadirkan Executive Dashboard Berbasis AI, Dukung Efektivitas Operasional DPR RI
Optimalisasi teknologi AI, big data, dan analitik media sosial, untuk menunjang kebutuhan informasi dalam fungsi legislasi
 
Nasional
04/11/2026 15:07 WIB
Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
Melalui PIJAR, Telkom menghadirkan dukungan asesmen digital dengan fitur pengawasan untuk membantu sekolah memantau pelaksanaan ujian
 
Nasional
03/11/2026 20:08 WIB
UMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026
Himpun prospek pembeli, termasuk calon mitra internasional, untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang ekspor produk unggulan Indonesia
 
Nasional
03/11/2026 17:03 WIB
Telkom Kian Agresif Garap Pasar Enterprise, Digiserve Jadi Ujung Tombak Penggerak Pertumbuhan Baru
Beroperasi dengan nama badan hukum PT Telkom Solusi Indonesia, Digiserve fokus memperluas peluang bisnis melalui integrasi solusi B2B ICT TelkomGroup
 
Nasional
03/11/2026 14:59 WIB
Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia
NeutraDC jajaki peluang pengembangan kapasitas hingga 1 GW di lokasi strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi digital
Ad Placholder