Roni Mawardi
Kamis, 05 November 2026 - 19:14 WIB

Dukung Akurasi Informasi Penerbangan, Telkom University dan AirNav Kenalkan NOTAM Berbasis AI di AS

Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc. (paling kanan) berkolaborasi dengan AirNav Indonesia mengembangkan inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung modernisasi layanan navigasi penerbangan.Foto/Dok-Telko
Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc. (paling kanan) berkolaborasi dengan AirNav Indonesia mengembangkan inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung modernisasi layanan navigasi penerbangan.Foto/Dok-Telko
Dummy

ECONOMIC ZONE - Jakarta, 5 November 2026 – Telkom University, perguruan tinggi di bawah ekosistem PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), berkolaborasi dengan AirNav Indonesia mengembangkan inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung modernisasi layanan navigasi penerbangan. Inovasi ini dipaparkan dalam rangkaian Aviation Safety and Security Reverse Trade Mission (RTM) yang diselenggarakan oleh United States Trade and Development Agency (USTDA) pada 26 Oktober hingga 6 November 2026 di Arlington, Virginia, Amerika Serikat.

Forum ini menjadi wadah bagi Indonesia dan Filipina untuk bertukar informasi sekaligus menjajaki peluang kerja sama teknologi di bidang keselamatan dan keamanan penerbangan. Salah satu solusi yang diperkenalkan AirNav Indonesia dalam forum tersebut adalah aplikasi berbasis AI untuk membantu penyusunan Notice to Airmen (NOTAM) yang dikembangkan bersama Telkom University dan memanfaatkan teknologi Large Language Model (LLM).

Pada kesempatan terpisah, Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk penerapan hasil riset perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan industri.

“Bagi Telkom University, kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana hasil riset dan pengembangan teknologi di perguruan tinggi dapat memberikan solusi bagi kebutuhan industri. Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada tataran akademis, tetapi juga dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat secara langsung. Melalui pengembangan NOTAM berbasis AI bersama AirNav Indonesia, kami berharap teknologi ini dapat mendukung peningkatan efisiensi, akurasi, dan keselamatan layanan navigasi penerbangan, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi anak bangsa memiliki potensi untuk bersaing di tingkat global,” ujar Prof. Suyanto.

Dalam layanan navigasi penerbangan, NOTAM merupakan informasi penting yang memuat pemberitahuan mengenai kondisi atau perubahan fasilitas, layanan, prosedur, hingga potensi bahaya yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan. Informasi ini menjadi acuan bagi pilot, maskapai, dan pemangku kepentingan penerbangan dalam mengambil keputusan operasional.

Penyusunan NOTAM membutuhkan ketelitian karena informasi yang disampaikan harus mengikuti format dan standar penerbangan internasional. Untuk mendukung proses tersebut, aplikasi yang dikembangkan bersama Telkom University memanfaatkan teknologi AI yang mampu memahami masukan dalam bahasa sehari-hari, kemudian mengolahnya menjadi format NOTAM sesuai ketentuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO).

Sebagai ilustrasi, ketika terdapat pekerjaan perbaikan landasan pacu (runway), petugas dapat memasukkan informasi terkait menggunakan bahasa sehari-hari. Sistem AI kemudian membantu mengubah masukan tersebut menjadi NOTAM yang ringkas, spesifik, dan sesuai standar.

Pengembangan aplikasi ini telah dimulai melalui kerja sama strategis antara AirNav Indonesia dan Telkom University. Pada 28 Juli 2025, kedua institusi melaksanakan soft launching pengembangan aplikasi NOTAM-AI sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten.

Sebagai bagian dari TelkomGroup dan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), Telkom University terus mendorong pemanfaatan hasil riset untuk menjawab tantangan industri. Kolaborasi bersama AirNav Indonesia menjadi salah satu wujud upaya tersebut, sekaligus membuka peluang bagi inovasi karya anak bangsa untuk memberikan kontribusi di tingkat global.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
04/11/2026 14:37 WIB
KSSK Tegaskan Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan III-2026 Berada dalam Kondisi Aman
Perkembangan pasar saham setelah pengumuman MSCI serta meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar turut memengaruhi dinamika pasar keuangan dan mendorong peningkatan arus modal keluar dari pasar saham.
 
Nasional
04/11/2026 11:32 WIB
Bunga Deposito di Atas Jaminan LPS Tembus Rp3.791 Triliun, Ada Apa dengan Bank?
Dari sisi penghimpunan dana, pertumbuhan simpanan di berbagai kelompok nominal atau tiering menunjukkan perbaikan per September 2026, dengan rentang pertumbuhan 1,99% hingga 11,91% secara tahunan.
 
Nasional
03/11/2026 20:08 WIB
UMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026
Himpun prospek pembeli, termasuk calon mitra internasional, untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang ekspor produk unggulan Indonesia
 
Nasional
03/11/2026 19:05 WIB
OJK Luncurkan 3 Pedoman Produk Bank Syariah, Bidik Pembiayaan UMKM dan Sektor Produktif
Ketiga pedoman tersebut meliputi Pedoman Produk Ijarah, Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT), dan Wakalah Penjualan Aset Ready Stock.
 
Nasional
03/11/2026 17:03 WIB
Telkom Kian Agresif Garap Pasar Enterprise, Digiserve Jadi Ujung Tombak Penggerak Pertumbuhan Baru
Beroperasi dengan nama badan hukum PT Telkom Solusi Indonesia, Digiserve fokus memperluas peluang bisnis melalui integrasi solusi B2B ICT TelkomGroup
 
Nasional
03/11/2026 14:59 WIB
Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia
NeutraDC jajaki peluang pengembangan kapasitas hingga 1 GW di lokasi strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi digital
 
Nasional
03/11/2026 12:16 WIB
Ekonomi RI Makin Tangguh! Inflasi Terkendali, Ekspor Surplus, Manufaktur Cetak Rekor
Kinerja positif juga terlihat pada sektor manufaktur. Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia meningkat menjadi 54,0 pada Oktober 2026, naik dari 52,4 pada bulan sebelumnya.
Ad Placholder