Endang Muchtar
Kamis, 13 April 2023 - 20:49 WIB

Suku Bunga Sudah Tinggi, Mirae Asset: Prospek Investasi Obligasi Menjanjikan

Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Jakarta, 13 April 2023. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai bahwa investasi pada instrumen surat utang atau obligasi khususnya obligasi pemerintah (SBN) cukup menarik karena saat ini tingkat suku bunga kebijakan Bank Indonesia sudah mencapai puncaknya.

Nita Amalia, Head of Fixed Income Mirae Asset, menilai investasi pada instrumen surat utang atau obligasi khususnya obligasi pemerintah (SBN) cukup menarik karena saat ini tingkat suku bunga kebijakan Bank Indonesia sudah mencapai puncaknya yang sebesar 5,75%.

"Kami menilai investasi pada obligasi tenor menengah-panjang cukup menarik saat ini agar dapat memanfaatkan momentum harga yang masih menarik di tengah suku bunga yang masih tinggi," ujar Nita dalam Media Day: April 2023 by Mirae Asset hari ini, 13 April 2023.

Di sisi lain, Nita saat ini menilai obligasi bertenor pendek masih cenderung berfluktuasi mengingat prospek ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian. Sejak awal tahun, return obligasi juga masih positif terutama seiring dengan semakin tingginya kepercayaan investor asing pada efek utang pemerintah Indonesia.

Ketertarikan tersebut dicerminkan oleh porsi kepemilikan surat berharga negara (SBN) oleh investor asing yang mencapai Rp 818,53 triliun atau setara dari 14,89% nilai beredar pada akhir Maret. Posisi investor asing pada obligasi pemerintah tersebut naik dari Rp 762,19 triliun atau 14,36% dari nilai beredar per akhir 2022.

Selain masuknya investor asing ke pasar efek utang Indonesia, ada dua faktor positif lain yang dapat mendukung return investasi investor pada obligasi yaitu sifat obligasi yang stabil dengan potongan pajak yang rendah, serta naiknya target nilai penerbitan obligasi pemerintah tahun ini.

Dari sisi sifat instrumen, obligasi sering dianggap sebagai instrumen yang lebih stabil dan lebih pasti dibanding dengan instrumen investasi lain, atau bahkan sering dinyatakan sebagai "penjaga kekayaan" karena pergerakannya stabil.

Dengan kupon pada mayoritas obligasi yang menjadi i li instrumen investasi retail menggunakan skema suku bunga tetap atau fixed rate, maka investor tidak perlu khawatir terhadap arus kasnya karena keuntungan bunga atau bagi hasil obligasi akan dibagikan secara berkala.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Economist Mirae Asset, menambahkan bahwa persepsi risiko pasar akan membaik pada semester II 2023. Untuk saat ini, kebijakan moneter masih fokus kepada stabilitas, sampai dengan adanya kepastian mengenai arah suku bunga di AS.

Di antara beberapa jenis obligasi, untuk saat ini Rully menilai bahwa obligasi tenor menengah-panjang akan cenderung lebih aman karena potensi fluktuasi pasar masih cukup tinggi mengingat ketidakpastian ekonomi global juga masih tinggi.

"Karena itu, guna menghindari risiko gejolak pasar pada obligasi tenor pendek, kami menyarankan berinvestasi pada tenor menengah-panjang, atau artinya di atas 3 tahun."

Rully memprediksi tahun ini akan menjadi tahunnya investasi obligasi mengingat berakhirnya siklus pengetatan moneter di dalam negeri. Sementara itu di luar negeri, khususnya AS, siklus pengetatan moneter kemungkinan akan berakhir pada semester I 2023. Kondisi fundamental makroekonomi dan perbankan yang masih kuat, serta tingkat imbal hasil yang kompetitif mendorong daya tarik pasar obligasi di Indonesia.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
18/09/2026 13:34 WIB
MELALUI 4 (EMPAT) PROGRAM MANFAAT UTAMA, ASABRI BAYARKAN HAK PESERTA LEBIH DARI RP12,7 TRILIUN; ASABRI HADIR DI SETIAP TAHAP PENGABDIAN, MENJAGA AMANAH NEGARA DAN KESEJAHTERAAN PESERTA
PT ASABRI (Persero) terus menjalankan amanah dalam memberikan perlindungan sosial kepada peserta ASABRI sebagai bagian dari penghargaan negara atas pengabdian kepada bangsa dan negara
 
Nasional
16/09/2026 19:06 WIB
5 Tahun Beroperasi, blu by BCA Digital Dongkrak Lonjakan Transaksi Gaya Hidup dan Pembayaran Global
Pertumbuhan ini digerakkan oleh porsi demografi anak muda yang sangat dominan, di mana 56% nasabah blu merupakan Gen Z dan 35% merupakan Milenial (total 91% digital natives). Laju akuisisi nasabah baru pun dipimpin oleh Gen Z dengan pertumbuhan 30% YoY, disusul Milenial sebesar 20%…
 
Nasional
15/09/2026 08:07 WIB
Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia
Penghargaan KGI tegaskan kontribusi Telkom Solution bagi transformasi digital di berbagai Industri.
 
Nasional
14/09/2026 22:02 WIB
Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026
Investasi strategis di CYFIRMA perluas kolaborasi solusi keamanan siber yang inovatif di Indonesia.
 
Nasional
13/09/2026 18:13 WIB
Sequis SHEPRENEUR Gelar SHElebration, Rayakan Semangat dan Perjalanan 60 Perempuan Wirausaha
SHElebration menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada 60 perempuan wirausaha sekaligus merayakan pencapaian TOP 3 SHEPRENEUR 2026
 
Nasional
11/09/2026 17:59 WIB
TelkomGroup Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Zero Plastic Movement
Sediakan fasilitas water refill station bagi karyawan dan perkuat kolaborasi komunitas hingga pelaku usaha.
 
Nasional
10/09/2026 21:55 WIB
Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG
Pertahankan predikat Bintang 5 tiga tahun berturut-turut, tegaskan komitmen GRC sebagai fondasi keberlanjutan bisnis.
Ad Placholder