RM
Selasa, 08 November 2022 - 16:44 WIB

AP II – ICAO Bahas Kondisi Terkini Dunia Aviasi, Mulai dari Pemulihan Hingga Lingkungan

Foto/Dok-APII/ECONOMICZONE
Foto/Dok-APII/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Bahas pemulihan sektor Aviasi hingga lingkungan, PT Angkasa Pura II (AP II) dan International Civil Aviation Organization (ICAO) menggelar pertemuan di kantor pusat ICAO di Montreal, Kanada. Pertemuan dihadiri President Director AP II Muhammad Awaluddin, serta pihak ICAO yakni Director of Air Transport Bureau Mohamed Rahma, Deputy Director of Air Transport Bureau Jane Hupe dan Chief Economic Policy Section Air Transport Bureau Peter Alawani.

“Pertemuan AP II dan ICAO sejalan dengan semangat Aviation Dialogue G20 di Bali yang dihadiri oleh Menteri Perhubungan RI dan Presiden ICAO. Kami ingin agar program AP II selalu relevan dengan industri aviasi global. Terlebih, Indonesia diproyeksikan menjadi pasar transportasi udara terbesar ke-4 di dunia pada 2036,” kata President Director AP II, Muhammad Awaluddin di Jakarta, Selasa (8/11/22).

Director of Air Transport Bureau ICAO Mohamed Rahma menuturkan bahwa pemulihan penerbangan global membutuhkan dukungan dari seluruh pihak. “Kami mendukung inisiatif AP II dalam upaya pemulihan penerbangan, serta dalam penerapan green airport sejalan dengan long-term aviation goal (LTAG) yang diantaranya menetapkan net-zero emission carbon by 2050,” kata Mohamed Rahma.

Pertemuan AP II dan ICAO ini membahas tiga aspek penting yakni pemulihan industri penerbangan (aviation industry recovery), operasional bandara yang unggul (airport operation excellence) dan program strategis dalam menjangkau masa depan (strategic airport program in the future).

Di dalam pertemuan, Muhammad Awaluddin menyampaikan tiga program AP II untuk pulih dari tekanan pandemi COVID-19. Program pertama adalah fokus pada manajemen portofolio untuk mendapatkan dampak signifikan bagi kinerja perusahaan.

“AP II telah mencapai progres dalam mengkaji portofolio bisnis, aset dan infrastruktur untuk menentukan mana saja yang memiliki dampak besar terhadap perusahaan dan akan lebih optimal jika kami melakukan perubahan struktur termasuk berkolaborasi dengan mitra strategis,” ujar Muhammad Awaluddin.

Terkait program ini AP II menjalankan optimalisasi aset (asset optimization) pada brown field asset; akselerasi aset (asset acceleration) pada asset under construction; dan utilisasi aset (asset utilization) pada green field asset.

Program kedua AP II untuk pulih dari tekanan pandemi adalah mengeksplorasi beragam model bisnis (reinventing business model), seperti yang diterapkan di Bandara Kualanamu di mana AP II bermitra dengan mitra global untuk mengakselerasi pengembangan bandara.

AP II juga menyampaikan program ketiga dalam upaya mendorong pemulihan yakni memperbaharui infrastuktur untuk mengembangkan smart airport (renewing infrastructure towards smart airport), antara lain dengan membangun budaya digital, pengembangan fasilitas automation dan pemanfaatan teknologi tebaru.

Sementara itu, Chief Economic Policy Section Air Transport Bureau Peter Alawani menyampaikan bahwa pemulihan penerbangan di tengah tekanan pandemi ini dapat didorong dengan kerja sama seluruh pihak serta berbagai inovasi atau upaya yang tidak biasa.

Kepada ICAO, AP II juga menyampaikan master plan Eco-Airport 2021 – 2025 untuk memanfaatkan PLTS berkapasitas total 26,34 MWp pada 2025. “Pemanfaatan energi baru terbarukan untuk mendukung net-zero carbon emissions by 2050 di industri aviasi global juga menjadi perhatian dari Menteri Perhubungan RI yang mendorong pertumbuhan sektor penerbangan sipil global yang ramah lingkungan,” jelas Muhammad Awaluddin.

Deputy Director of Air Transport Bureau ICAO Jane Hupe menuturkan bandara dapat memanfaatkan EBT melalui penerapan panel surya untuk PLTS, lalu teknologi turbin angin (wind turbine) dan geothermal. Adapun dalam 10 tahun terakhir telah berjalan program Airport Carbon Accreditation Programme yang diikuti oleh 288 airport di seluruh dunia. Bandara Soekarno-Hatta sendiri telah mendapat akreditasi mapping pada program ini.

“288 bandara terlibat dalam program ini dan 61 bandara sekarang mencapai karbon netral. Kami berharap pada 2030 ada 100 bandara yang mencapai karbon netral,” ujar Jane Hupe.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
5 jam yang lalu
BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI) dengan menyerahkan 30 unit rumah layak huni beserta sertifikat hak milik (SHM) kepada para pahlawan Indonesia dan keluarga pahlawan
 
Nasional
28/08/2026 21:07 WIB
Telin Perluas Jejak Ekosistem Digital Global melalui Empat Kemitraan Strategis di BATIC 2026
Perkuat kapabilitas internasional TelkomGroup melalui ekspansi konektivitas, adopsi arsitektur digital terbuka, dan pengembangan yang terintegrasi.
 
Nasional
28/08/2026 12:55 WIB
Danantara Housing Expo Perkuat Ekosistem Perumahan, BTN Dorong KPR Makin Terjangkau
Danantara Housing Expo (DHE) 2026 memperkuat kolaborasi ekosistem perumahan dengan mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan industri pendukung dalam satu platform
 
Nasional
28/08/2026 11:33 WIB
Penjelasan TNI soal Pesawat Tempur F-16 di Langit Jakarta Pagi Ini
Pihak TNI menegaskan bahwa seluruh rute dan ketinggian penerbangan telah dikoordinasikan dan disesuaikan dengan ketentuan penerbangan sipil serta peraturan keselamatan penerbangan nasional, sehingga tidak mengganggu aktivitas penerbangan komersial maupun keselamatan warga di darat.
 
Nasional
28/08/2026 08:36 WIB
Menkeu Purbaya Bikin Heboh di Tahura Djuanda hingga Braga, Warga Antusias Berebut Foto
Kunjungan Purbaya di ruang publik tersebut berlangsung dalam suasana santai.
 
Nasional
27/08/2026 21:57 WIB
ignitePRO Hadir di BATIC 2026, Dorong Transformasi AI ke Aksi Nyata
Pertemukan pemimpin bisnis, pemerintahan, teknologi, dan infrastruktur untuk mengupas langkah menuju adopsi AI berskala besar.
 
Nasional
27/08/2026 11:09 WIB
Wilayah IKN Diguyur Hujan, BMKG Terus Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca
Otorita IKN bersama BMKG, TNI AU, BPBD, dan instansi terkait akan terus memantau perkembangan cuaca, potensi awan hujan, serta kondisi hidrologis di kawasan IKN dan sekitarnya. Pelaksanaan OMC selanjutnya akan disesuaikan dengan dinamika atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi…
Ad Placholder