Endang Muchtar
Jumat, 29 Juli 2022 - 16:48 WIB

Laba Bersih PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) Tumbuh hingga 222,9% pada Semester I/2022

Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) membukukan kinerja keuangan positif pada semester I/2022 baik dari sisi pendapatan, laba bersih, maupun earning before interest tax, depreciation, and amortization (EBITDA). Pencapaian ini didorong oleh tren kenaikan harga crude palm oil (CPO). 

Perseroan melaporkan realisasi pendapatan sepanjang semester I/2022 sebesar Rp 1,77 triliun, tumbuh 32,7% dari perolehan pendapatan pada semester I/2021 senilai Rp 1,33 triliun. Hal ini dikarenakan lebih tingginya harga jual rata-rata CPO yang mencapai Rp 13.953 per kilogram (Kg) dan harga jual inti sawit atau palm kernel (PK) sebesar Rp 10.186 per Kg.Pendapatan Perseroan dalam enam bulan pertama di tahun 2022 tersebut berasal dari dua produk. Pertama, penjualan CPO sebesar Rp 1,57 triliun, sejalan dengan tingginya harga jual rata-rata CPO pada semester I/2022 yakni hingga 46,1% year on year (yoy). Kedua, penjualan PK sebesar Rp 195,05 miliar, didukung oleh volume penjualan PK yang meningkat 481 ton serta kenaikan harga jual sebesar 69% yoy.

Sementara itu, realisasi laba bersih TLDN pada semester I/2022 sebesar Rp 507,13 miliar, tumbuh 222,9% dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya senilai Rp 157,04 miliar. Kemudian, realisasi EBITDA pada semester I/2022 mencapai Rp 810,24 miliar, tumbuh 71% dari pencapaian semester I/2021 sebesar Rp 473,91 miliar.

Selain itu, Perseroan juga mencatat outlook prospek bisnis yang positif. Hal ini tercermin dari tingkat pengembalian aset atau return of asset (RoA) pada semester I/2022 yang mencapai 17,9%, lebih tinggi dari periode sama tahun sebelumnya yakni 7,8%. Sejalan, tingkat pengembalian ekuitas atau return of equity (RoE) juga terus meningkat, yaitu sebesar 44,3% pada semester I/2022, tumbuh dibandingkan semester I/2021 sebesar 38,1%.

Dari sisi kinerja operasional, Perseroan memproduksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 514.690 ton sepanjang semester I/2022, dimana produksi TBS inti pada kuartal kedua mencapai 260.945 ton, tumbuh 36,9% dibandingkan 190.654 ton pada kuartal pertama. Kemudian, produksi TBS plasma pada kuartal kedua sebesar 34.301 ton, tumbuh 19,1% dibandingkan 28.790 ton pada kuartal pertama.

Direktur Utama PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) Wishnu Wardhana menjelaskan peningkatan produksi tersebut tidak terlepas dari upaya-upaya perbaikan yang dilakukan seperti percepatan perbaikan infrastruktur dan optimalisasi kegiatan panen. Untuk mewujudkannya, perseroan menerapkan inisiasi penerapan Internet of Things (IoT) sebagai inovasi dalam pengelolaan operasional yang terletak di Kalimantan Timur melalui Teladan Productivity Technology Science (TPTS). Perseroan menggunakan TPTS untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi dengan mengusung teknologi remote sensing, data analytical produksi, dan biaya yang terintegrasi secara komprehensif.

Wishnu menegaskan dengan pertumbuhan produksi di kuartal kedua tersebut, serta tingginya harga jual rata-rata CPO pada semester pertama, Perseroan dapat membukukan EBITDA dengan pertumbuhan positif dibandingkan semester yang sama di tahun sebelumnya. 

“Perseroan optimistis, hingga akhir tahun 2022, kinerja keuangan perusahaan akan tumbuh positif dibandingkan akhir tahun 2021. Sebab, pencapaian pendapatan dalam enam bulan pertama di tahun ini sudah setara dengan 60,24% dari total pendapatan keseluruhan tahun 2021. Bahkan, untuk laba bersih semester I/2022 telah mencapai 95,47% dari realisasi laba bersih sepanjang tahun 2021,” kata Wishnu Wardhana.

Outlook positif tersebut didukung oleh tren kenaikan harga CPO global yang telah berlangsung selama enam bulan pertama di tahun ini. Adapun posisi harga CPO di Malaysia Derivatives Exchange pada akhir semester I/2022 yakni 30 Juni 2022 sebesar MYR 4.910 per ton, tumbuh 21,38% dari posisi harga 31 Desember 2021 sebesar MYR 4.045 per ton.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/08/2026 17:57 WIB
Kuatkan Kolaborasi Ekosistem, AAJI Dorong Langkah Nyata Lewat KAPJ
Melalui penguatan ekosistem tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan dengan berkontribusi dalam penurunan out of pocket (OOP) belanja kesehatan nasional.
 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
 
Nasional
06/08/2026 11:52 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II-2026, Semester I Catat Pertumbuhan Tertinggi dalam 5 Tahun
Capaian tersebut diraih di tengah perekonomian global yang bergerak dalam arus silang antara tekanan konflik global dan akselerasi teknologi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) hanya sebesar 3,0%.
Ad Placholder