EKA
Jumat, 29 Januari 2021 - 13:51 WIB

Ekonomi Akan Bangkit Diawali dengan Optimisme Pelaku Usaha dan Masyarakat

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Agar kondisi ekonomi bangkt di 2021, 0ptimisme tinggi harus dimiliki seluruh pelaku usaha, pemangku kepentingan, dan masyarakat. Bermodal keyakinan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Danareksa Sekuritas dan PT Danareksa Investment Management menggelar BRI Group Economic Forum 2021, yang digelar secara daring. Forum ini membahas kesiapan pelaku usaha, pasar, serta langkah strategis yang sudah dan akan diambil pemangku kebijakan demi memperkuat perekonomian nasional.

“Konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat adalah dua fakor paling elastis dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi serta kredit produktif,” kata Direktur Utama BRI, Sunarso dalam keteranga yang diterima di Jakarta, Jumat (29/1).

Sepanjang 2020, BRI telah aktif memainkan peran sebagai lembaga keuangan yang menjadi mitra penyaluran berbagai stimulus demi mengerek dua faktor tersebut. Salah satunya, BRI telah menyalurkan deposito pemerintah senilai Rp15 triliun dalam bentuk kredit total Rp45 triliun kepada 1,2 juta nasabah UMKM. Selain itu, BRI juga telah menyalurkan subsidi bunga bagi 6,6 juta debitur UMKM dengan nilai total Rp5,5 triliun. Perusahaan juga sudah meluncurkan program KUR Super Mikro yang nilai pinjamannya maksimal Rp10 juta/nasabah, dan disalurkan kepada 985 ribu orang dengan nilai kredit Rp8,6 triliun.

BRI turut berkontribusi dalam penyaluran subsidi gaji untuk 5,4 juta penerima senilai Rp6,5 triliun. Kemudian, penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dengan nilai Rp18,6 triliun sudah dilakukan bagi 7,7 juta pelaku UMKM.

Pada forum tersebut Sunarso mengungkapkan bahwa BRI Group selalu siap dalam mendukung upaya pertumbuhan ekonomi melalui beragam produk dan layanan dan bersama-sama kita harus tetap optimis untuk mengelola segala macam tantangan dan lainnya.

“Secara keseluruhan tahun, kami perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia ada di angka kontraksi -2,2 persen sampai -1,7 persen untuk 2020. Kita berharap proses perbaikan ini akan berlanjut di tahun 2021,” ujar Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.

Berbagai macam program perlindungan sosial telah berhasil menjaga konsumsi dasar dari masyarakat miskin dan rentan. Adanya peningkatan pendapatan karena adanya perlindungan sosial. Selain itu, dukungan UMKM, subsidi, dan dukungan usaha yang dilancarkan melalui PEN telah membantu dinamika berubahnya status usaha para pekerja. “Banyak buruh atau karyawan tetap ketika pandemi beralih menjadi buruh informal atau menjalankan usaha sendiri. Ini dinamikanya cukup tinggi. Dan keberadaan program ini membantu kelompok ekonomi yang ada,” tambahnya.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan pentingnya pembangunan enterpreneurial culture dan enterpreneurial leadership, dan ekosistem yang sehat agar masyarakat dapat menyesuikan diri dengan perubahan pola bisnis akibat pandemi. Kartika berkata, investasi menjadi kunci katalis untuk perkembangan ekonomi ke depannya, agar konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali pulih.

“Memang persepsi mengenai legal dan political risk serta ease of doing business menjadi tantangan besar (untuk menarik investasi). Tapi pemerintah sudah menjawab dengan meluncurkan UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu, yang salah satu komponennya adalah pendirian Lembaga Investasi Pemerintah. Kami ingin menjadi satu game changer menjawab tantangan ini,” ujarnya.

SEVP Treasury & Global Services BRI, Listiarini Dewajanti menyebut kolaborasi antar pelaku pasar harus dilakukan di tengah situasi yang menantang akibat pandemi. “Dalam kondisi ketidakpastian pada era pandemi ini, sangat diperlukan kolaborasi antar pelaku pasar khususnya industri perbankan dan institusi keuangan dalam mendukung pendalaman pasar keuangan. Pasar keuangan yang dalam, likuid dan inklusif akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan dapat meredam tekanan (shocks) bila terjadi gejolak di pasar keuangan,” ujar Listiarini.

Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa tahun 2020 yang penuh tantangan telah mampu dilewati dengan baik. Perkembangan pasar modal ternyata tetap mampu bertumbuh yang tentunya memberikan harapan di dunia investasi 2021, peningkatan tersebut membuktikan kepercayaan public terhadap Pasar Modal Indonesia masih terus meningkat. “BRI Group Economic Forum diharapkan dapat memberikan gambaran dan menambah confidence investor dalam menentukan strategi investasi untuk ke depannya,” pungkasnya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
16/04/2026 19:37 WIB
Gandeng Mondi, Indocement Dirikan Pabrik Kantong Kemasan
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) resmi membentuk usaha patungan atau joint venture (JV) bersama Mondi Industrial Bags GmbH, bagian dari Mondi Group
 
Nasional
16/04/2026 16:32 WIB
Rayakan Ulang Tahun Perdana XLSMART Hadirkan Beragam Promo untuk Pelanggan
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) merayakan ulang tahun perdananya pada April 2026 dengan menghadirkan berbagai program apresiasi bagi pelanggan melalui seluruh portofolio layanannya
 
Nasional
16/04/2026 14:02 WIB
Ambil Bagian Sebagai Official Sharia Banking Partner BTN Jakim 2026, BSN Terus Tumbuhkan Transaksi Bale Syariah by BSN Tembus Hampir Rp2 Triliun
Platform digital Bale Syariah milik Bank Syariah Nasional mencatat pencapaian signifikan dengan total volume transaksi hampir tembus Rp2 triliun
 
Nasional
15/04/2026 12:26 WIB
Konsisten Lanjutkan Transformasi, Bank Jakarta Raih TOP BUMD Awards 2026
Bank Jakarta raih sejumlah kategori penghargaan pada ajang TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan sejumlah lembaga independen
 
Nasional
14/04/2026 19:48 WIB
AI Percepat Digitalisasi Bisnis, Tapi Juga Serangan Siber
Perkembangan artificial intelligence (AI) kini semakin mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri
 
Nasional
14/04/2026 13:34 WIB
Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN Nusantara Dijadwalkan Rampung 2027-2028
Hal ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan target penyelesaian pada 2027–2028.
 
Nasional
11/04/2026 18:52 WIB
BINUS University Luncurkan Program Doktor Akuntansi, Siapkan Pemimpin Riset dan Transformasi Bisnis di Era AI
BINUS University meluncurkan program doktor terbaru, Doctor of Accounting Science (DAS), sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan pendidikan berkelas dunia
Telkomsel