ECONOMIC ZONE - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memperluas dukungan pembiayaan kepada petani tebu dengan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank BNI, Catur Budi Harto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (15/5)mengatakan pihaknya siap membiayai para petani tebu dengan skema KUR Linkage melalui Koperasi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan skema One on One.
"Pada skema ini koperasi mengajukan permohonan kredit ke BNI, lalu Koperasi menerus pinjamkan kredit kepada petani. Koperasi menjadi pembeli (offtaker) yang mengakomodir hasil panen petani untuk disetorkan ke pabrik gula untuk dilakukan penggilingan," katanya .
Ditambahkan, setelah terjual PTPN melakukan penyetoran hasil pembayarannya ke rekening koperasi di BNI setelah dikurangi kewajiban koperasi di BNI dan yang terakhir pembayaran kewajiban Koperasi ke BNI oleh PTPN.
Adapun untuk skema one on one sama seperti linkage, namun perbedaannya adalah petani yang telah mendapat rekomendasi dari pabrik gula yang bisa mengajukan kredit ke BNI.
Menurut Catur, langkah ini merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi serta mensejahterakan petani.
Pada tahap awal pembiayaan BNI memberikan kepada 197 petani dengan total penyaluran kredit sebesar Rp1,5 miliar.
Hingga 11 Mei 2018, perseroan telah berhasil menyalurkan KUR mencapai Rp6,85 triliun, atau setara 50,76% dari target KUR yang akan disalurkan perseroan pada 2018 senilai Rp13,5 triliun.
Komentar