Aldhi Chandra
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 08:00 WIB

100 Hari PSBB Transisi: Naik Hingga 4,5 Kali Lipat, Teknologi Nirsentuh Jadi Pilihan Aman

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Usaha pemulihan ekonomi dan perkembangan inovasi digital untuk membantu para UMKM bertahan melewati masa pandemi Covid-19 ini terus diberikan baik oleh pemerintah maupun pelaku industri. Para pelaku UMKM pun tidak pantang menyerah melakukan cara-cara baru dalam mengubah tantangan menjadi peluang. Youtap, pelopor solusi digital serba bisa untuk pelaku usaha, mencatat semangat juang para UMKM tersebut dari pertumbuhan signifikan UMKM yang bermigrasi ke digital. Tercermin melalui data internal, dalam kurun waktu 100 hari PSBB Transisi (5 Juni - 13 September), jumlah merchant yang tergabung dalam ekosistem digital Youtap meningkat 5 kali lipat jika dibandingkan masa PSBB pertama (16 Maret - 4 Juni) dan hal ini juga berdampak pada transaksi non tunai yang meningkat 4,5 kali lipat.

Chief Executive Officer Youtap Indonesia, Herman Suharto mengatakan “Sebanyak lebih dari 20 ribu merchant bergabung dalam ekosistem Youtap selama periode Juli hingga pertengahan September 2020. Kami melihat lonjakan angka ini dibanding PSBB pertama karena adanya perubahan perilaku konsumen, seperti preferensi konsumen untuk melakukan transaksi non tunai dan memesan layanan atau produk dari rumah yang harus diadaptasi oleh para pelaku UMKM melalui digitalisasi.”

Data internal tersebut juga menemukan jenis usaha yang paling banyak mengadaptasi pembayaran non tunai adalah warung kaki lima, restoran, atau usaha kuliner lainnya (57%) diikuti supermarket dan toko kelontong (20%), ekosistem pasar tradisional (8%), dan layanan umum seperti laundri (7%). Yang menarik, usaha bengkel maupun toko barang otomotif lainnya juga mulai beralih ke pembayaran digital.

Di masa nirsentuh ini, para pedagang berlomba-lomba untuk memacu penjualan, salah satunya dengan menyediakan pilihan transaksi non tunai sebagai langkah mitigasi risiko penyebaran Covid-19. Karenanya, usaha mikro seperti warung kaki lima dan pasar tradisional juga menyediakan fasilitas ini agar pelanggan dapat nyaman dan aman berbelanja di tempatnya. Kedepannya diperkirakan tren ini masih akan terus berlanjut, untuk itulah para pelaku UMKM tidak hanya menunggu pandemi berakhir, tetapi langsung bergerak mengikuti perkembangan. 

Digunakan oleh lebih dari 50 ribu UMKM yang berdomisili di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, Youtap merekam bahwa para penggunanya bukan hanya berasal dari kalangan Milenial, tidak sedikit para pedagang pasar dengan rentang usia 50 tahun ke atas juga giat menggunakan teknologi. “Kami sangat salut melihat semangat juang para pelaku UMKM kita, bukan hanya untuk memastikan kesejahteraan hidup saja, namun mereka juga ingin memanfaatkan momen ini untuk belajar mengembangkan usahanya lebih maju lagi,” kata Herman.

Salah satu faktor lainnya para pedagang menggunakan Youtap adalah layanan 1 pintu untuk berbagai transaksi uang elektronik. “Dengan Youtap, apapun jenis uang elektronik yang dimiliki oleh pelanggan dapat dibayarkan dan masuk ke dalam pembukuan digital Aplikasi Dagang Youtap milik si pedagang. Lebih dari sekedar kasir digital, Youtap juga membantu para pedagang ini untuk lebih mampu menganalisa proses dan hasil bisnisnya. Salah satu fitur Youtap yang juga paling digemari adalah analisa penjualan per hari, minggu dan juga bulan,” tambah Herman.

Edukasi dalam mendukung UMKM Go Digital memang konsisten digalakkan oleh Youtap untuk membantu mendorong perkembangan usaha dari para mitra bisnisnya. Seperti yang baru-baru ini dilakukan, Youtap bersama dengan Dinas UMKM Kota Bandung melakukan webinar yang diikuti oleh ratusan pelaku UMKM dari berbagai kota di wilayah Bandung Raya. “Penting bagi kami untuk terus melakukan edukasi kepada para pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi. Karena kami melihat peluang yang lebih besar bagi para mitra kami, bukan hanya untuk bisa bertahan di masa pandemi ini saja. Dengan memaksimalkan penggunaan teknologi, para pelaku UMKM ini bisa bergerak lebih aktif untuk melebarkan usahanya. Tidak hanya untuk bertahan di masa pandemi saja, tetapi bisa membawa usahanya menjemput kesempatan yang lebih baik di masa yang akan datang,” tutup Herman.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
21/10/2026 20:15 WIB
Transaksi QRIS Tengah Malam Bikin Curiga? BI Siapkan Langkah Tegas
Untuk mewujudkan hal tersebut, BI menyiapkan sejumlah langkah pengawasan, mulai dari penerapan prinsip Know Your Customer (KYC), pemantauan transaksi secara berkelanjutan, penguatan akuntabilitas PJP, hingga peningkatan koordinasi dengan aparat penegak hukum.
 
Nasional
21/10/2026 11:24 WIB
Easycash dan Krom Bank Jalin Kemitraan Loan Channeling untuk Perluas Penyaluran Kredit
Kolaborasi ini menjadi bagian dari pengembangan jaringan mitra penyaluran kredit Krom Bank, sekaligus memperkuat kerja sama pendanaan institusional Easycash dengan sektor perbankan.
 
Nasional
19/10/2026 18:17 WIB
TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
BTW 2026 menjadi momentum TelkomGroup memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah dan pelaku industri untuk mendorong transformasi digital nasional
 
Nasional
16/10/2026 14:41 WIB
Debut Akting Azka Corbuzier di New York Dipuji, Home, Almost Sentuh Emosi Penonton
Pemutaran perdana dunia film pendek Home, Almost di Urbanworld Film Festival 2026, New York, menjadi momen berkesan bagi Azka Corbuzier yang menjalani debut aktingnya melalui film tersebut. Karya arahan Tumpal Tampubolon itu mendapat sambutan antusias, dengan sejumlah penonton menyampaikan…
 
Nasional
16/10/2026 14:06 WIB
CIMB Niaga Business Summit 2026: Wujudkan Visi Pertumbuhan Berkelanjutan Korporasi Indonesia
OCTOBIZ merupakan platform digital business banking yang dirancang untuk membantu nasabah bisnis dan korporasi dalam mengelola transaksi bisnis domestik dan internasional yang kompleks menjadi lebih mudah, efisien, aman, dan terintegrasi.
 
Nasional
16/10/2026 13:08 WIB
Dukung Pemulihan Warga Terdampak Bencana NTT, Krom Bank Hadirkan Dapur Umum dan Layanan Medis
Inisiatif ini diwujudkan melalui penyediaan dapur umum dan posko layanan medis guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung penanganan kondisi darurat di wilayah terdampak.
 
Nasional
14/10/2026 13:44 WIB
IHSG Tertekan Saham Konglomerasi, Pembiayaan Akuisisi BYAN Jadi Sorotan
Sebanyak 11 sektor saham melemah, dengan 632 saham turun dan hanya 118 saham menguat.
Ad Placholder