Gilbert Sem Sandro
Rabu, 29 Januari 2020 - 07:00 WIB

Angkasa Pura II Hadirkan Transportasi Listrik GrabCar

Foto/Dok-AP2/ECONOMICZONE
Foto/Dok-AP2/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT. Angkasa Pura II kembali menghadirkan layanan transportasi publik berbasis kendaraan listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sebelumnya bersama Blue Bird, Angkasa Pura II memperkenalkan taksi listrik Tesla dan BYD, kali ini PT. Angkasa Pura II bekerja sama dengan Grab dengan menyediakan 20 unit GrabCar Elektrik. GrabCar Elektrik tersebut mulai beroperasi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, pada Senin(28/1/2020).

Acara peluncuran transportasi tenaga listrik ini dihadiri oleh Menteri Perhubungan(Menhub) Budi Karya Sumadi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan, Bandara Soekarno-Hatta ingin menjadi pionir terdepan dalam hal penggunaan kendaraan listrik di sektor pelayanan publik, dan juga mendorong agar penggunaan kendaraan listrik dapat berkelanjutan.

“Angkasa Pura II bersama Blue Bird dan Grab memilih Bandara Soekarno-Hatta sebagai lokasi pertama di Indonesia dalam mengoperasikan armada mobil listrik sebagai transportasi umum. Dan juga kami ingin mensosialisasikan penggunaan mobil listrik di sektor pelayanan publik, sehimgga di tempat lain juga menyediakan hal yang sama," jelas Awaluddin saat memberikan keterangan.

Lebih lanjut Awaluddin menambahkan bahwa sekitar 200.000 penumpang dan 50.000 pekerja dan visitor (non passenger) datang setiap harinya di Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini menjadikan Bandara Internasional tersebut, sebagai tempat yang strategis dalam mengkampanyekan penggunaan mobil listrik.

“Kami percaya kampanye penggunaan mobil listrik ini akan efektif sehingga mendukung pemerintah yang menargetkan 2 juta populasi mobil listrik di Indonesia pada 2025,” tambah Awaluddin.

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Agus Haryadi juga menerangkan, bahwa saat ini Soekarno-Hatta tengah menjalankan pembangunan fasilitas pengisian daya baterai mobil listrik untuk umum.

“Saat ini tengah dijajaki kemungkinan agar Bandara Soekarno-Hatta memiliki sekitar 30 titik pengisian kendaraan listrik yang bisa digunakan untuk umum,” terang agus.

Di Soekarno-Hatta sendiri saat ini sudah berjalan transportasi berbasis listrik seperti misalnya Skytrain, Kereta Bandara, skuter GrabWheels, Segway, Boogie Car, dan Baggage Towing Tractor yang dipakai di sisi udara (air side).

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
3 jam yang lalu
Ubed Tembus 16 Besar Japan Open pada Debut Super 750, Cermin Konsistensi Pembinaan Atlet Muda PBSI bersama BNI
Pebulu tangkis muda Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed melaju ke babak 16 besar Japan Open 2026
 
Nasional
14 jam yang lalu
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih dan perbaikan kualitas aset pada semester I/2026
 
Nasional
17 jam yang lalu
BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan
BNI membawa tiga usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor untuk mengikuti Korea Import Expo 2026
 
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Raup Kinerja Investasi Semester I 2026 Melonjak 7,2% dari Rp1.010,6 Triliun
Capaian tersebut telah memenuhi 49,5% dari target investasi nasional sepanjang 2026 yang dipatok sebesar Rp 2.041,3 triliun.
 
Nasional
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking Melalui Daring Proyek Gas Masela Senilai Rp376 Triliun
Peresmian dilakukan oleh Prabowo yang menyatakan dimulainya pembangunan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia tersebut.
 
Nasional
22 jam yang lalu
Update Harga Tiket Pertandingan Timnas Indonesia Terbaru di Piala ASEAN Hyundai 2026
Harga tiket Piala ASEAN yang ditetapkan PSSI cukup terjangkau dengan empat kategori tribun. Untuk Tribun Utara dan Tribun Selatan, suporter timnas Indonesia cukup membayar Rp 100.000.
 
Nasional
22 jam yang lalu
Kekecewaan Fans dan Kecaman Publik Terhadap Timnas Argentina
Salah satu faktor yang sering disebut sebagai alasan adalah sikap rasis dan arogan penggemar serta pemain Argentina.
Ad Placholder