Fery Pradolo
Jumat, 10 Oktober 2025 - 18:00 WIB

Graduation DBS BERSIAP 2025: Langkah Nyata Menuju Dunia Kerja Inklusif

Graduation DBS BERSIAP 2025: Langkah Nyata Menuju Dunia Kerja Inklusif
Graduation DBS BERSIAP 2025: Langkah Nyata Menuju Dunia Kerja Inklusif
Dummy

ECONOMIC ZONEProgram DBS BERSIAP 2025 kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan dunia kerja yang lebih inklusif melalui acara kelulusan yang diadakan oleh Bank DBS Indonesia bekerja sama dengan Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN). Sebanyak 50 peserta penyandang disabilitas dari berbagai daerah di Indonesia resmi menjadi alumni setelah menjalani pelatihan intensif selama 1,5 bulan. Mereka kini siap memasuki dunia kerja dengan keterampilan baru, kepercayaan diri, dan semangat untuk berkontribusi.

Acara kelulusan ini dihadiri oleh Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Marthella Sirait, CEO & Founder KONEKIN Indonesia, Dewi Wulandari, perwakilan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta para lulusan yang mewakili beragam jenis disabilitas.

Menurut data United Nations Indonesia, sekitar 38,8 juta warga Indonesia adalah penyandang disabilitas. Namun, data Kementerian Ketenagakerjaan 2024 mengungkapkan bahwa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) penyandang disabilitas hanya mencapai 20,14%, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 10,8%. Angka ini mencerminkan masih terbatasnya akses terhadap peluang kerja yang setara. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolektif untuk membangun lingkungan kerja yang inklusif.

DBS BERSIAP: Mempersiapkan Talenta Disabilitas

Program DBS BERSIAP, yang digagas sejak 2024 oleh Bank DBS Indonesia dan KONEKIN, bertujuan membekali anak muda penyandang disabilitas dengan keterampilan esensial untuk bersaing di dunia kerja. Kurikulum pelatihan dirancang secara inklusif, mencakup topik seperti etika kerja, literasi keuangan, komunikasi profesional, penggunaan Microsoft Excel, hingga pemanfaatan Generative AI untuk meningkatkan produktivitas.

Pelatihan ini melibatkan 80 karyawan Bank DBS Indonesia sebagai mentor dan fasilitator, yang berbagi pengalaman dan keahlian melalui sesi mentoring dan workshop. Inisiatif ini merupakan bagian dari program People of Purpose, di mana karyawan DBS didorong untuk memberikan dampak sosial melalui kontribusi berbasis keahlian dan layanan.

Mona Monika menjelaskan, “DBS BERSIAP adalah bukti nyata bahwa inklusi bukan hanya soal membuka akses, tetapi juga memastikan lingkungan kerja yang mendukung keberagaman. Kami ingin para peserta tidak hanya siap menghadapi tantangan dunia kerja, tetapi juga diakui atas potensi luar biasa yang mereka miliki.”

Sorotan Acara Kelulusan DBS BERSIAP 2025

Selain prosesi kelulusan, acara ini menghadirkan dua sesi tambahan:

  1. Career Panel Discussion: “Membangun Personal Branding untuk Karier Impian”
    Sesi ini mengundang perwakilan DBS, fasilitator, dan alumni DBS BERSIAP untuk berbagi kiat tentang menyusun CV, membangun portofolio, dan menghadapi wawancara kerja dengan percaya diri.
  2. Interactive Inclusive Session: “Belajar Bahasa Isyarat Bersama Teman Tuli”
    Dipandu oleh komunitas Tuli, sesi ini memperkenalkan pentingnya komunikasi inklusif melalui bahasa isyarat, memperkaya pemahaman peserta tentang keberagaman di tempat kerja.

Dukungan untuk Visi Indonesia Inklusif

Program ini sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025, yang menitikberatkan pada pemenuhan hak penyandang disabilitas, termasuk akses terhadap pelatihan, pekerjaan, dan infrastruktur ramah disabilitas. DBS BERSIAP menjadi wujud nyata dari pilar keberlanjutan Bank DBS Indonesia, Impact Beyond Banking, yang berfokus pada inklusivitas dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Marthella Sirait dari KONEKIN menambahkan, “Melalui DBS BERSIAP, kami ingin menginspirasi lebih banyak pihak untuk mendukung Indonesia yang inklusif. Kolaborasi ini membuktikan bahwa dengan pelatihan yang tepat, penyandang disabilitas dapat unggul di dunia kerja.”

Sejak diluncurkan, program ini telah menghasilkan alumni yang berhasil berkarier di berbagai sektor, baik swasta maupun publik. Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas dapat mencapai potensi penuh mereka. DBS BERSIAP tidak hanya membuka pintu kesempatan, tetapi juga mengubah persepsi tentang kontribusi penyandang disabilitas di dunia kerja.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
9 jam yang lalu
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih dan perbaikan kualitas aset pada semester I/2026
 
Nasional
13 jam yang lalu
BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan
BNI membawa tiga usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor untuk mengikuti Korea Import Expo 2026
 
Nasional
15 jam yang lalu
Kolaborasi Generasi Muda dan Kementerian Kehutanan Jaga Kelestarian Hutan di Era Pembangunan IKN
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan Balai P2SDM Wilayah V Samarinda
 
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Raup Kinerja Investasi Semester I 2026 Melonjak 7,2% dari Rp1.010,6 Triliun
Capaian tersebut telah memenuhi 49,5% dari target investasi nasional sepanjang 2026 yang dipatok sebesar Rp 2.041,3 triliun.
 
Nasional
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking Melalui Daring Proyek Gas Masela Senilai Rp376 Triliun
Peresmian dilakukan oleh Prabowo yang menyatakan dimulainya pembangunan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia tersebut.
 
Nasional
17 jam yang lalu
Update Harga Tiket Pertandingan Timnas Indonesia Terbaru di Piala ASEAN Hyundai 2026
Harga tiket Piala ASEAN yang ditetapkan PSSI cukup terjangkau dengan empat kategori tribun. Untuk Tribun Utara dan Tribun Selatan, suporter timnas Indonesia cukup membayar Rp 100.000.
 
Nasional
18 jam yang lalu
Kekecewaan Fans dan Kecaman Publik Terhadap Timnas Argentina
Salah satu faktor yang sering disebut sebagai alasan adalah sikap rasis dan arogan penggemar serta pemain Argentina.
Telkomsel