Endang Muchtar
Senin, 24 Oktober 2022 - 15:48 WIB

BI: Rupiah Masih Baik Ketimbang Negara Lain

Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah hingga saat ini. Namun, dia menekankan, pelemahannya lebih baik dibandingkan negara-negara berkembang lainnya.

Berdasarkan data terakhir Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI per 19 Oktober 2022, rupiah berada di level Rp 15.491 per dolar AS. Angka ini memburuk dari level 18 Oktober 2022 sebesar Rp 15.469 per dolar AS.

"Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga di tengah sangat kuatnya dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," imbuhnya. 

Perry menjelaskan, Indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama atau DXY masih berada pada level yang tinggi, meski menurun. Indeks dolar AS, kata dia, mencapai level tertinggi sebesar 114,76 pada 28 September 2022 dan menjadi 112,98 pada 19 Oktober 2022.

Angka itu, menurut Perry, masih menguat sebesar 18,10% secara tahun berjalan selama 2022. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar telah terdepresiasi atau melemah 8,03% secara tahun berjalan.

"18,10% Year to date selama tahun 2022. Sementara itu, nilai tukar Rupiah sampai dengan 19 Oktober 2022 terdepresiasi 8,03% year to date dibandingkan dengan level akhir 2021," ujar Perry.

Tapi, Perry menekankan, meski rupiah terus melemah hingga saat ini, angka depresiasinya relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya.

"Seperti India terdepresiasi 10,42%, Malaysia 11,75%, dan Thailand 12,55%. Depresiasi tersebut sejalan dengan menguatnya dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," kata Perry.

Menurutnya, melemahnya nilai tukar mata uang negara berkembang terhadap dolar AS lebih disebabkan pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif di berbagai negara, terutama AS untuk merespons tekanan inflasi dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Untuk itu, ke depan Bank Indonesia kata dia akan terus mencermati perkembangan pasokan valas dan memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi.

Sebagai informasi kembali, BI pun hari ini juga telah menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin menjadi 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 5,50%.

Keputusan kenaikan suku bunga ini kata dia sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi atau overshooting dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3% plus 1% persen lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023.

Selain itu juga untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat semakin kuatnya mata uang dolar AS dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/11/2026 18:17 WIB
Telin Dinobatkan Perusahaan Wholesale Terbaik di Asia dalam Telecom Review Excellence Awards 2026
Apresiasi atas inovasi kabel bawah laut dan pengembangan bisnis konektivitas wholesale Telin, sejalan dengan kontribusinya dalam perkembangan pasar di industri ICT Global
 
Nasional
05/11/2026 19:14 WIB
Dukung Akurasi Informasi Penerbangan, Telkom University dan AirNav Kenalkan NOTAM Berbasis AI di AS
Pengembangan inovasi teknologi AI LLM dorong efisiensi industri penerbangan
 
Nasional
05/11/2026 17:10 WIB
Metranet Hadirkan Executive Dashboard Berbasis AI, Dukung Efektivitas Operasional DPR RI
Optimalisasi teknologi AI, big data, dan analitik media sosial, untuk menunjang kebutuhan informasi dalam fungsi legislasi
 
Nasional
04/11/2026 15:07 WIB
Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
Melalui PIJAR, Telkom menghadirkan dukungan asesmen digital dengan fitur pengawasan untuk membantu sekolah memantau pelaksanaan ujian
 
Nasional
03/11/2026 20:08 WIB
UMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026
Himpun prospek pembeli, termasuk calon mitra internasional, untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang ekspor produk unggulan Indonesia
 
Nasional
03/11/2026 17:03 WIB
Telkom Kian Agresif Garap Pasar Enterprise, Digiserve Jadi Ujung Tombak Penggerak Pertumbuhan Baru
Beroperasi dengan nama badan hukum PT Telkom Solusi Indonesia, Digiserve fokus memperluas peluang bisnis melalui integrasi solusi B2B ICT TelkomGroup
 
Nasional
03/11/2026 14:59 WIB
Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia
NeutraDC jajaki peluang pengembangan kapasitas hingga 1 GW di lokasi strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi digital
Ad Placholder