ECONOMIC ZONE - Pada Kamis (10/1) pagi hari ini PT Estika Tata Tiara Tbk secara resmi mencatatkan sahamnya untuk diperdagangkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan pencatatan tersebut, maka sebanyak 376,86 juta saham baru atau setara dengan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh oleh perusahaan dilepas ke publik. Bergerak di bisnis daging olahan, perusahaan memilih ticker BEEF sebagai kode perdagangan sahamnya. Begitu transaksi saham dibuka pada sesi I, saham BEEF tercatat langsung melonjak hingga 50 persen menuju level Rp510 per saham.
Dengan kini menjadi perusahaan terbuka, perusahaan berhasil mengantongi dana segar sebesar Rp128,13 miliar. Dari dana tersebut, sebesar 45 persen diantaranya dialokasikan untuk pengadaan sapi hidup, baik dari lokal maupun impor. Selain itu, 25 persen lagi bakal digunakan untuk pembelian barang dagangan berupa daging, baik dari lokal maupun impor, serta produk olahan yang diproduksi oleh perusahaan anak. “Lalu sisanya sekitar 30 persen kami alokasikan untuk investasi penambahan kapasitas produksi,” ujar Direktur Utama BEEF, Yustinus Sadmoko, seusai seremoni pencatatan perdana, di Gedung BEI.

Bagi masyarakat yang masih asing dengan perusahaan ini, mungkin lebih mengenal berbagai produknya di pasar dengan merek KIBIF. Saat ini perusahaan memiliki tiga pabrik yang berada di Subang, Salatiga dan Cikarang. Secara keseluruan total produksi daging olahan dari tiga pabrik tersebut sebanyak 1.500 ton per bulan. Selain fokus pada pengolahan daging sapi dan perdagangan sapi, KIBIF juga memiliki produk pengolahan ayam, ikan dan frozen dough.
Komentar