EKA
Senin, 09 November 2020 - 10:31 WIB

Holding Pariwisata Dukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Foto/Dok-GarudaIndonesia/ECONOMICZONE
Foto/Dok-GarudaIndonesia/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Angkasa Pura II (Persero) menilai holding BUMN Pariwisata dan Pendukung dapat membantu industri lebih cepat bangkit kembali (rebound) setelah terhantam keras pandemi COVID-19. Pasalnya, mayoritas perjalanan udara hingga 78,5 persen dalam rangka wisata yang memiliki kolaborasi antarmata rantai pariwisata yakni 3A: Accesibilities (aksesibilitas), amenities (fasilitas), attraction (daya tarik).

Adapun induk Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung adalah PT Survai Udara Penas dengan anggota holding PT Angkasa Pura II, PT Angkasa Pura I, Garuda Indonesia (Accessibilities); Lalu Inna Hotels & Resorts dan Sarinah (Amenities); serta Indonesia Tourism Development Corporation dan Taman Wisata Candi (Attractions).

“Holding menciptakan koordinasi tunggal dalam pengembangan masterplan dan mengintegrasikan keunggulan masing-masing BUMN dalam ekosistem holding ini, sehingga potensi yang ada dapat dioptimalkan guna memajukan industri pariwisata di Indonesia,” kata President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (9/11).

Menurutnya, Langkah pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung ini dapat mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN]. Bagi masyarakat, manfaat yang akan ada adalah semakin banyak ketersediaan produk dan jasa pariwisata yang berkualitas, terjangkau dan terintegrasi.

Bagi PT Angkasa Pura II, manfaat holding ini adalah mendorong optimalisasi manajemen portofolio, standar pelayanan dan operasional yang lebih baik, memperluas peluang ekspansi, memaksimalkan pengembangan konektivitas nasional dan global, serta meningkatkan kapasitas SDM.

“Kami meyakini PT Angkasa Pura II akan semakin tumbuh dari aspek tata kelola perusahaan, bisnis, serta kontribusi dalam turut memperkuat industri pariwsata di mana dapat dirasakan masyarakat khususnya terkait dengan perjalanan udara dan pariwisata,” ujarnya.

Holding ini merupakan pionir holding BUMN berbasis ekosistem di Indonesia. Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung ini juga sejalan dengan transformasi tahap kedua PT Angkasa Pura II yakni Second Curve Transformation 2020 – 2024 khususnya terkait dengan Business & Portfolio Transformation. Pada Second Curve Transformation ini, PT Angkasa Pura II meningkatkan kapasitas untuk dapat menghidupkan ekosistem bisnis.

“Arena PT Angkasa Pura II semakin luas dan tidak hanya terkait operasional bandara. Namun, menjadi keseluruhan Airport Business Ecosystem, contohnya portofolio digital seperti e-payment dan big data, lalu portofolio consumable seperti Food & Beverages, hingga portofolio entertainment seperti event, edutainment, showbiz. Kami juga akan memperkenalkan portofolio di sektor hospitality, healthy, dan learning. Melalui Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung ini kami berharap Second Curve Transformation PT Angkasa Pura II khusunya terkait dengan Business & Portofolio Transformation dapat dilakukan lebih cepat,” jelas Muhammad Awaluddin.

PT Angkasa Pura II saat ini mengelola 19 bandara yang nantinya rencana pengembangan jaringan, operasional, layanan, dapat dikolaborasikan dengan bandara lain di bawah PT Angkasa Pura I, lalu dengan rute penerbangan yang dimiliki PT Garuda Indonesia Tbk (Garuda Indonesia dan Citilink) serta layanan lain dari Inna, Sarinah dan program yang dimiliki ITDC dan TWC.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
04/11/2026 15:07 WIB
Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
Melalui PIJAR, Telkom menghadirkan dukungan asesmen digital dengan fitur pengawasan untuk membantu sekolah memantau pelaksanaan ujian
 
Nasional
04/11/2026 14:37 WIB
KSSK Tegaskan Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan III-2026 Berada dalam Kondisi Aman
Perkembangan pasar saham setelah pengumuman MSCI serta meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar turut memengaruhi dinamika pasar keuangan dan mendorong peningkatan arus modal keluar dari pasar saham.
 
Nasional
04/11/2026 11:32 WIB
Bunga Deposito di Atas Jaminan LPS Tembus Rp3.791 Triliun, Ada Apa dengan Bank?
Dari sisi penghimpunan dana, pertumbuhan simpanan di berbagai kelompok nominal atau tiering menunjukkan perbaikan per September 2026, dengan rentang pertumbuhan 1,99% hingga 11,91% secara tahunan.
 
Nasional
03/11/2026 20:08 WIB
UMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026
Himpun prospek pembeli, termasuk calon mitra internasional, untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang ekspor produk unggulan Indonesia
 
Nasional
03/11/2026 19:05 WIB
OJK Luncurkan 3 Pedoman Produk Bank Syariah, Bidik Pembiayaan UMKM dan Sektor Produktif
Ketiga pedoman tersebut meliputi Pedoman Produk Ijarah, Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT), dan Wakalah Penjualan Aset Ready Stock.
 
Nasional
03/11/2026 17:03 WIB
Telkom Kian Agresif Garap Pasar Enterprise, Digiserve Jadi Ujung Tombak Penggerak Pertumbuhan Baru
Beroperasi dengan nama badan hukum PT Telkom Solusi Indonesia, Digiserve fokus memperluas peluang bisnis melalui integrasi solusi B2B ICT TelkomGroup
 
Nasional
03/11/2026 14:59 WIB
Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia
NeutraDC jajaki peluang pengembangan kapasitas hingga 1 GW di lokasi strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi digital
Ad Placholder