Aldhi Chandra
Selasa, 29 September 2020 - 18:34 WIB

GoPlay Original Jadi Ngaji: Serial Religi untuk Anak-anak Milenial

Foto/Ist/Economiczone
Foto/Ist/Economiczone
Dummy

ECONOMIC ZONE - Stigma kusut, berantakan, dan sembrono sudah menempel pada seorang gamer yang juga mantan anak pesantren. Pada suatu hari hidupnya berubah tatkala ia dan dua orang temannya dikejar-kejar gerombolan rentenir akibat berutang besar karena kalah dalam gim. Penasaran apakah tokoh ini akhirnya sanggup melunasi utang? Lalu,  apa hubungan gim dengan mengaji?

Serial GoPlay Original terkini Jadi Ngaji akan menjawab pertanyaan tersebut. Sebagai serial religi pertama GoPlay, platform video-on-demand dari Gojek, episode baru Jadi Ngaji  tayang setiap Jumat secara eksklusif di GoPlay, mulai Jumat, 2 Oktober 2020. 

Serial Jadi Ngaji menghadirkan deretan aktor berbakat pendatang baru seperti Shandy William (Lukman), Laras Sardi (Zarah), Rahmet Ababil (Dori), Bhakti Perkasa (Tibo), Dian Ayu (Rohaya), Edo Borne (Ridho), Brata (Fian). Turut terlibat dalam serial ini adalah dua artis senior, Dewi Irawan (Mamam) dan  Tabah Penemuan (Baba) yang berperan sebagai orang tua Lukman. 

VP Marketing GoPlay Sasha Sunu menjelaskan, “Setelah tahun ini sempat menunda pengerjaan sejumlah konten GoPlay Original selama beberapa bulan, beberapa waktu lalu GoPlay melanjutkan produksi Jadi Ngaji. Proses produksi kami lakukan dengan  mengikuti protokol kesehatan dari Pemerintah dan Asosiasi. Melalui serial Jadi Ngaji, GoPlay menggunakan cara unik dan ringan untuk menyampaikan pesan-pesan positif bagi generasi milenial secara universal dan dengan pendekatan yang berbeda dari serial religi yang selama ini hadir di tengah masyarakat.” 

Serial Jadi Ngaji menceritakan kisah para karakter dalam menemukan esensi Ibadah yang sesungguhnya, dari yang pada awalnya terpaksa mengaji untuk memenuhi agenda pribadi masing-masing. Berbekal pengalaman sebagai pecandu gim, Lukman, sang tokoh utama, berupaya mencari metode belajar mengaji yang efektif bagi murid-murid Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) lewat berbagai permainan dan interaksi seru lainnya. Penonton pun diajak untuk menyaksikan pentingnya penerapan pola komunikasi para orang tua dalam mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada anak. 

Bekerja sama dengan rumah produksi Arseri Creative House, Jadi Ngaji merupakan karya  pendatang baru penuh potensi, Muthia Zahra Feriani, yang bertindak sekaligus sebagai Creator, Showrunner, Sutradara, dan Penulis Naskah. Muthia menyampaikan, “Secara sederhana, serial mengupas pengalaman kita sehari-hari saat diminta mengerjakan suatu kebaikan, tanpa memahami makna sesungguhnya di balik perbuatan tersebut. Kisah Jadi Ngaji sangat melekat dengan pengalaman saya secara pribadi. Karya ini tidak hanya merupakan persembahan saya kepada para penonton serial berkualitas di Indonesia, tetapi juga merupakan wujud rasa terima kasih kepada guru mengaji saya. Saya gembira sekali dapat menuntaskan serial ini, yang terwujud berkat kolaborasi dengan GoPlay, yang mendampingi sepanjang proses, dari tahap pra hingga pasca produksi, untuk  mengawal standar kualitas.” 

Jadi Ngaji merupakan serial debut Muthia di platform video-on-demand, setelah sebelumnya menekuni film pendek dan video musik untuk berbagai musisi terkenal seperti Mocca dan BCL.

Adapun Jadi Ngaji juga merupakan jebolan Script Doctor, salah satu program pendampingan di GoPlay. Sasha menambahkan, “Program ini merupakan bagian dari upaya kami dalam meningkatkan kapasitas para sineas tanah air untuk dapat melahirkan karya berkualitas, terutama bagi para sineas pemula dan pendatang yang berpotensi. Langkah ini sejalan dengan misi GoPlay untuk mendukung dan mengakselerasi pertumbuhan industri film nasional.”

Dukungan GoPlay terhadap sineas juga dilakukan melalui program pendanaan, dengan melibatkan pemangku kepentingan yang memiliki misi yang sama, seperti BNI Syariah. Turut mendukung Jadi Ngaji sebagai sponsor utama, Direktur Kepatuhan dan Risiko BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi mengatakan, “Kami bangga dapat mendukung GoPlay, sebagai platform video-on-demand karya anak bangsa melalui serial Jadi Ngaji. Nilai-nilai dalam serial ini sejalan dengan corporate value kami yaitu menerapkan gaya hidup “hasanah” atau kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat “hasanah” dalam Jadi Ngaji tercermin pada tokoh utama Lukman yang memutuskan mengambil jalan kebaikan dalam menyelesaikan masalah finansialnya, dengan mengajar ngaji di Masjid ayahnya. Kami berharap penonton GoPlay dapat memaknai nilai  “Hasanah” yang disampaikan melalui serial ini."

Mewakili para pemeran Jadi Ngaji, aktor Shandy William menyampaikan antusiasme bergabung dalam serial ini, "Memerankan Lukman di Jadi Ngaji merupakan pengalaman yang mengesankan baik sebagai aktor maupun pribadi. Untuk dapat mendalami karakter, saya jadi kembali belajar Al-Qur’an dan agama yang ternyata tidak hanya memberikan banyak pencerahan  dalam berperan sebagai pengajar di TPA, namun juga dalam menjalankan keseharian saya. Untuk itu saya berterima kasih banyak kepada Mbak Muthia dan GoPlay yang telah melibatkan saya dalam project ini.” Shandy menambahkan, “ Menjalankan produksi serial di tengah masa pandemi menjadi pengalaman unik bagi kami semua. Berkat dedikasi para produser, kru, dan GoPlay yang terus memedulikan kesehatan dan keselamatan kami semua dengan menjalankan protokol yang ketat, Alhamdulillah proses berjalan lancar dan kami semua sehat-sehat. Semoga karya ini bisa dinikmati segenap penikmat serial di GoPlay!"

Terdiri dari 10 Episode dengan durasi sekitar 30 menit per episode, Jadi Ngaji dapat menjadi tayangan nobar keluarga di rumah dengan memanfaatkan fitur Cast GoPlay yang memudahkan pengguna menonton konten GoPlay Original di layar televisi. Untuk menikmati fitur Cast, pengguna GoPlay membuka aplikasi GoPlay dan klik tombol Chromecast (Android) atau AirPlay (iOS) di sudut kanan atas layar ponsel cerdas.

Banyak cara yang terjangkau dengan banyak keuntungan bagi pengguna Gojek untuk berlangganan GoPlay dan menonton Jadi Ngaji. Khusus selama bulan Oktober, pengguna Gojek dapat mengakses GoPlay selama dua minggu dengan biaya Rp29.000,- atau selama satu bulan dengan biaya Rp45.000,-. Pengguna juga dapat menikmati harga GoPlay mulai dari Rp15.000,-  ditambah tawaran menarik produk Gojek lainnya, seperti GoFood Plus, GoCar, GoSend, dan GoTix. Dengan demikian, pengguna Gojek yang juga pecinta serial akan mendapatkan pengalaman terbaik dari produk dan  layanan lain di dalam ekosistem Gojek.

TAGS
  1. Goplay
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
14 jam yang lalu
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih dan perbaikan kualitas aset pada semester I/2026
 
Nasional
17 jam yang lalu
BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan
BNI membawa tiga usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor untuk mengikuti Korea Import Expo 2026
 
Nasional
19 jam yang lalu
Kolaborasi Generasi Muda dan Kementerian Kehutanan Jaga Kelestarian Hutan di Era Pembangunan IKN
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan Balai P2SDM Wilayah V Samarinda
 
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Raup Kinerja Investasi Semester I 2026 Melonjak 7,2% dari Rp1.010,6 Triliun
Capaian tersebut telah memenuhi 49,5% dari target investasi nasional sepanjang 2026 yang dipatok sebesar Rp 2.041,3 triliun.
 
Nasional
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking Melalui Daring Proyek Gas Masela Senilai Rp376 Triliun
Peresmian dilakukan oleh Prabowo yang menyatakan dimulainya pembangunan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia tersebut.
 
Nasional
21 jam yang lalu
Update Harga Tiket Pertandingan Timnas Indonesia Terbaru di Piala ASEAN Hyundai 2026
Harga tiket Piala ASEAN yang ditetapkan PSSI cukup terjangkau dengan empat kategori tribun. Untuk Tribun Utara dan Tribun Selatan, suporter timnas Indonesia cukup membayar Rp 100.000.
 
Nasional
22 jam yang lalu
Kekecewaan Fans dan Kecaman Publik Terhadap Timnas Argentina
Salah satu faktor yang sering disebut sebagai alasan adalah sikap rasis dan arogan penggemar serta pemain Argentina.
Ad Placholder