Aldhi Chandra
Kamis, 11 Juni 2020 - 19:13 WIB

Sinarmas MSIG Life Rilis Asuransi Tambahan SMEX

Foto/Dok-Sinarmas/ECONOMICZONE
Foto/Dok-Sinarmas/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Gaya hidup masa kini yang kian dinamis menuntut kita untuk dapat selalu aktif bergerak dengan mobilitas tinggi dan kesehatan menjadi kunci utama untuk mempertahankan gaya hidup tersebut. Oleh karenanya, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk. (Sinarmas MSIG Life) pada tanggal 30 Mei 2020 merilis SMiLe Medical Extra (SMEX),
asuransi tambahan yang tepat dalam membantu mempertahankan kualitas fisik yang prima.

SMEX diluncurkan untuk memenuhi preferensi masyarakat Indonesia yang ingin memperoleh penanganan kesehatan di rumah sakit terpercaya sehingga cenderung memilih berobat ke luar negeri dengan pertimbangan pelayanan kesehatan yang dilakukan segera, dokter dan staf medis yang berpengalaman serta fasilitas dan teknologi medis yang
canggih. 1 Sementara itu, Malaysia, Singapura dan Thailand tercatat sebagai negara yang menjadi destinasi kesehatan utama bagi masyarakat Indonesia. 

“SMEX memberikan kenyamanan one bed one room (OBOR) sehingga pasien dan keluarga  dapat merasa aman dan nyaman dengan privasi yang didapatkan selama menjalani  perawatan di rumah sakit. Selain itu, fasilitas cashless yang ditawarkan SMEX mencakup  pengobatan rawat inap di dalam negeri juga seluruh dunia kecuali Amerika Serikat. Yang
terutama, dengan fasilitas cashless SMEX, nasabah tidak perlu ribet karena SMEX  merupakan satu-satunya produk di Indonesia yang memberikan fasilitas cashless tanpa  deposit untuk pengobatan rawat inap di luar negeri,” tutur Direktur Sinarmas MSIG Life Gideon.

Ditawarkan dalam sejumlah pilihan plan yang fleksibel, yaitu Silver, Gold dan Platinum hingga Tertanggung berusia 75 tahun, SMEX juga memberikan manfaat perawatan di rumah  setelah keluar dari rumah sakit, rawat jalan cuci darah dan kemoterapi sesuai tagihan serta  potongan premi 2,5% hingga empat Tertanggung Tambahan serta fasilitas lainnya.

“SMEX kami percaya dapat menjawab tuntutan nasabah yang kian kompleks akibat perkembangan zaman, antara lain meningkatnya biaya medis,” tambah Gideon. Data yang  dirilis Mercer Marsh Benefits 2019 mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki inflasi atau kenaikan biaya medis sampai dengan 11%.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
3 jam yang lalu
Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala
Pembangunan IKN didukung melalui tiga skema pembiayaan, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilaksanakan oleh Kementerian, APBN yang dilaksanakan melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta.
 
Nasional
3 jam yang lalu
Menko Airlangga: Indonesia Jadi Anggota Pendiri WAICO untuk Atasi Ketimpangan AI Dunia.
Keikutsertaan Indonesia dalam deklarasi organisasi ini merupakan wujud komitmen dalam memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
 
Nasional
4 jam yang lalu
Ubed Tembus 16 Besar Japan Open pada Debut Super 750, Cermin Konsistensi Pembinaan Atlet Muda PBSI bersama BNI
Pebulu tangkis muda Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed melaju ke babak 16 besar Japan Open 2026
 
Nasional
15 jam yang lalu
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih dan perbaikan kualitas aset pada semester I/2026
 
Nasional
19 jam yang lalu
BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan
BNI membawa tiga usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor untuk mengikuti Korea Import Expo 2026
 
Nasional
21 jam yang lalu
Kolaborasi Generasi Muda dan Kementerian Kehutanan Jaga Kelestarian Hutan di Era Pembangunan IKN
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan Balai P2SDM Wilayah V Samarinda
 
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Raup Kinerja Investasi Semester I 2026 Melonjak 7,2% dari Rp1.010,6 Triliun
Capaian tersebut telah memenuhi 49,5% dari target investasi nasional sepanjang 2026 yang dipatok sebesar Rp 2.041,3 triliun.
Ad Placholder