Aldhi Chandra
Sabtu, 04 April 2020 - 11:40 WIB

Agar Isolasi Mandiri Lebih Bermakna, Qasir Ajak Publik Hidupkan Usaha Mikro di Tengah Pandemi COVID-19

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pada pertengahan bulan Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi atau wabah global. Faktanya, tingkat penularan virus ini satu setengah hingga dua kali lebih tinggi daripada flu. Langkah preventif telah dilakukan beberapa negara dunia untuk melandaikan kurva penularan pandemi di kalangan publik. Paling ekstrim, kebijakan karantina wilayah (lockdown) diterapkan oleh hampir
19 negara 1 .Di Indonesia, Pemerintah baru-baru ini mengesahkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 2 untuk menangani penyebaran wabah.

Karantina lokal dan isolasi mandiri yang dilakukan oleh publik berdampak cukup besar, khususnya bagi industri-industri yang mengandalkan kunjungan dan transaksi konsumen harian. Meskipun demikian, penurunan kunjungan konsumen belakangan mulai digantikan dengan beralihnya konsumen dari offline ke online.

Berdasarkan survei yang diadakan oleh YouGov dalam "COVID-19 Impact on Indonesian Consumer Behavior", terjadi peningkatan belanja online sebesar 20% dan pemesanan makanan melalui delivery service sebesar 14%. 3 Hal ini menunjukkan perilaku konsumen mulai mengarah kepada aktivitas online atau berbasis aplikasi dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari. Meskipun demikian, di kota-kota lainnya, masih banyak bisnis yang sangat mengandalkan
transaksi offline, khususnya bagi usaha mikro dan kecil.

CEO Qasir Michael Williem menuturkan, pelaku UMKM perlu memiliki respon cepat dalam menanggapi situasi krisis yang melanda. “Saya melihat saat ini usahawan UMKM sudah mulai merambah ke layanan berbasis online untuk menjaga keberlangsungan usahanya. Namun, bagaimana dengan kelompok usaha yang tidak terlalu beruntung lainnya, mengingat tidak semua usaha bisa serta-merta bertransisi menjadi bisnis online. Hal ini rasanya perlu dicarikan solusi, mengingat usaha-usaha mikro dan kecil merupakan kelompok yang sangat rentan jika terjadi perlambatan daya beli konsumen,” tutur Michael.

Michael menambahkan, dalam keadaan yang serba tidak pasti ini, sangat penting bagi usahawan untuk mengambil langkah-langkah preventif dan taktis untuk menjaga bisnis tetap berjalan, namun juga tetap waspada terhadap penyebaran virus di sekitarnya. “Jangan sampai kita terlalu fokus mencari cara agar bisnis terus untung, tapi luput memberikan perlindungan bagi diri sendiri, karyawan, dan keluarga. Semua harus dipertimbangkan dengan bijak,” tambah
Michael. Bagi usahawan mikro dan kecil yang tetap harus menjalankan usahanya, Michael :

1 https://www.thesun.co.uk/news/11233604/which-countries-are-on-coronavirus-lockdown-spain-italy/
2 https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/01/064500365/jokowi-putuskan-pembatasan-sosial-skala-
besar-apa-bedanya-dengan-karantina
3 https://www.wartaekonomi.co.id/read277845/tips-startup-hadapi-krisis-covid-19

mengimbau agar para usahawan dapat memperhatikan beberapa hal berikut selama
berinteraksi sosial:

1. Menjaga kebersihan dagangan--keselamatan penjual dan pelanggan tetap nomor satu
Salah satu dampak warga yang melakukan isolasi mandiri dan bekerja dari rumah adalah  mobilitas mereka akan terbatas di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Sebagai upaya pencegahan penularan virus adalah dengan terus menjaga kebersihan barang dagangan. “Usahawan ada baiknya menyediakan hand sanitizer, memakai masker, atau sarung tangan
jika hendak mengambilkan barang/makanan untuk pembeli. Sehabis memegang uang, sebaiknya langsung cuci tangan. Jika diperlukan, usahawan bisa membersihkan barang-barang di tokonya dengan alat disinfektan. Bagaimanapun, tugas kita sebagai manusia untuk berusaha, hasilnya tetap di tangan Tuhan,” tutur Mike. Bagi usahawan yang memiliki bisnis logistik dan pesan antar, Qasir mengimbau agar usahawan membatasi kontak langsung pada saat pengiriman, menjaga higienitas awak dan armada kirim secara berkala, serta membekali awak kirim dengan pengetahuan pencegahan penularan COVID-19.

2. Bijak melakukan stok barang
Berkaca dari fenomena panic buying barang kebutuhan pokok di beberapa negara, seperti Italia, Singapura, dan Australia, usahawan juga perlu bijak dalam memilih stok barang dagangannya agar tidak sampai terjadi kelangkaan. Michael menilai, selama periode isolasi, kebutuhan masyarakat umumnya akan didominasi oleh barang-barang pokok, seperti bahan
baku makanan, alat kebersihan dan sanitasi. Selanjutnya, kebutuhan akan merambah ke produk-produk lain seperti camilan, buah-buahan, dan kebutuhan lain, seiring berlanjutnya periode isolasi.

“Meskipun di Indonesia belum banyak cerita terjadi panic buying di beberapa kota besar, namun untuk jenis barang-barang kesehatan utama sudah ada kelangkaan. Dari sisi penjual, kami mengajak usahawan agar tetap menjaga stok dagangannya terjaga dan relevan dengan kebutuhan masyarakat yang sedang tinggi. Jangan sampai justru salah pilih stok. Di Qasir, pemesanan barang dagangan dengan Belanja Grosir sangat membantu usahawan untuk memenuhi stok dengan tepat waktu dan tepat jumlah. Pilihan pembayaran yang bisa dicicil atau Bayar Tempo juga sangat krusial di momen saat ini. Usahawan bisa tetap menjaga cash flow,” pungkas pria yang akrab disapa Mike ini.

3. Saling berbagi dan peduli
Terakhir, Michael mengimbau seluruh masyarakat untuk semakin peka pada bisnis-bisnis skala mikro dan kecil yang ada lingkungan tempat tinggal. Bentuk kepedulian bisa dimulai dengan mulai berbelanja kebutuhan pokok di warung-warung kelontong yang masih buka. “Kami optimistis masa sulit ini akan berakhir, dan dalam masa bertahan ini, ada baiknya agar kita saling dukung dan lebih peka kepada sesama. Berbelanja di warung kelontong dekat rumah akan lebih baik, Anda tetap bisa menjaga jarak dan melakukan isolasi mandiri, namun tetap membantu menghidupkan usaha mikro di sekitar,” pungkas Mike.

Michael memandang sangatlah wajar jika masyarakat dilanda rasa khawatir. Khususnya pengusaha yang terdampak dan karenanya harus tanggap mencari strategi baru untuk dapat tetap menjalankan roda usaha. “Namun, jangan sampai kita dikalahkan oleh kepanikan.

Sebagai usahawan, harus tangguh dalam setiap ujian, inilah momen kesempatan untuk dapat mencari peluang baru. Melayani konsumen dengan cara-cara baru; dengan tetap menerapkan kontak minim dan menjaga kebersihan outlet/toko demi keselamatan bersama,” tutup Michael.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
2 jam yang lalu
Luke Vickery Resmi WNI: Bakal Seperti Apa Wajah Baru Timnas Indonesia Racikan John Herdman?
Prosesi pengambilan sumpah dan janji Luke Vickery sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), dipimpin langsung Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas.
 
Nasional
3 jam yang lalu
Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala
Pembangunan IKN didukung melalui tiga skema pembiayaan, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilaksanakan oleh Kementerian, APBN yang dilaksanakan melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta.
 
Nasional
3 jam yang lalu
Menko Airlangga: Indonesia Jadi Anggota Pendiri WAICO untuk Atasi Ketimpangan AI Dunia.
Keikutsertaan Indonesia dalam deklarasi organisasi ini merupakan wujud komitmen dalam memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
 
Nasional
5 jam yang lalu
Ubed Tembus 16 Besar Japan Open pada Debut Super 750, Cermin Konsistensi Pembinaan Atlet Muda PBSI bersama BNI
Pebulu tangkis muda Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed melaju ke babak 16 besar Japan Open 2026
 
Nasional
16 jam yang lalu
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih dan perbaikan kualitas aset pada semester I/2026
 
Nasional
19 jam yang lalu
BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan
BNI membawa tiga usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor untuk mengikuti Korea Import Expo 2026
 
Nasional
21 jam yang lalu
Kolaborasi Generasi Muda dan Kementerian Kehutanan Jaga Kelestarian Hutan di Era Pembangunan IKN
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan Balai P2SDM Wilayah V Samarinda
Ad Placholder