Roni Mawardi
Sabtu, 01 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Laporan Keuangan Telkom Semester I 2026: Akselerasi Transformasi TLKM 30: Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026

Foto/Dok-TelkomGroup/ECONOMICZONE
Foto/Dok-TelkomGroup/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONEJakarta, 31 Juli 2026 – Menutup semester pertama tahun 2026, Perseroan berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Sejalan dengan kinerja tersebut, EBITDA Perseroan meningkat 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan EBITDA margin sebesar 49,4%. Laba bersih juga tumbuh 1,4% YoY menjadi Rp10,6 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 14,0%. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY, dengan margin sebesar 14,9%, mencerminkan ketahanan kinerja operasional Perseroan yang didukung oleh pemulihan bisnis mobile. Perseroan juga membukukan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp34,9 triliun atau tumbuh 7,0% YoY, didukung oleh implementasi program efisiensi berkelanjutan serta disiplin dalam pengelolaan biaya.

"Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia," ujar Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom.

Profitabilitas Segmen B2C Kian Kuat, Laba Bersih Meningkat 8.3% YoY

Pada Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY, didorong oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0% pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut mencerminkan berlanjutnya pemulihan industri mobile yang didukung oleh implementasi strategi komersial secara disiplin melalui penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, dan pengelolaan nilai pelanggan. Sejalan dengan hal tersebut, Average Revenue Per User (ARPU) mobile meningkat menjadi Rp45.600 atau tumbuh 9,0% YoY. Selain itu, payload data juga terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi digital masyarakat selama momen liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia, yang semakin mendorong tingginya kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel terus memperkuat kualitas layanan melalui kalibrasi strategis basis pelanggan. Sebagai hasil dari upaya tersebut, jumlah pelanggan tercatat menjadi 9,5 juta dibandingkan 10,1 juta pada semester pertama 2025, dengan dampak yang terbatas terhadap pendapatan pada kuartal berjalan. Secara kuartalan, ARPU IndiHome meningkat 3,4% menjadi Rp211.000. Adapun secara semesteran ARPU IndiHome tercatat sebesar Rp207.000, di tengah persaingan harga yang masih berlangsung di pasar. Meski demikian, rasio konvergensi terus meningkat menjadi 65%. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Telkom untuk membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas monetisasi layanan, serta memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berbekal fondasi bisnis B2C yang semakin kuat, Telkomsel akan terus mengakselerasi strategi quality growth dengan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama, sekaligus memperluas kapabilitas digital melalui pengembangan ekosistem. Upaya tersebut akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang. Berbagai inisiatif ini diharapkan semakin memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

Penguatan Infrastruktur Digital Dorong Akselerasi Pertumbuhan Segmen B2B

Total pendapatan Segmen B2B Infrastructure tumbuh 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun pada semester pertama 2026, dengan pendapatan eksternal meningkat 4,9% YoY menjadi Rp4,7 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan Data, Internet, dan IT Service. Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY, dengan Tower-Related Business tetap menjadi penopang utama pendapatan. Selain itu, total tenant meningkat menjadi 63.866 atau tumbuh 4,9% YoY sehingga mendorong rasio penyewaan (tenancy ratio) menara menjadi 1,57x.

Pada bisnis data center, Telkom terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital regional melalui NeutraDC. Didukung meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital, Perseroan terus memperkuat bisnis ini melalui inisiatif konsolidasi yang akan menjadikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas layanan, mengoptimalkan monetisasi aset, serta mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis.

Sementara pada Segmen B2B ICT, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun, tumbuh 35,7% QoQ meskipun masih terdampak oleh proses restrukturisasi portofolio dan streamlining yang tengah berlangsung.

Pada Segmen International Business, pendapatan tercatat sebesar Rp5,7 triliun pada periode ini. Seiring pergeseran portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital dengan margin yang lebih tinggi serta berkurangnya ketergantungan pada bisnis traditional voice hubbing, Perseroan optimistis langkah tersebut akan mendorong peningkatan margin EBITDA dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, permintaan terhadap kapasitas baru kabel bawah laut internasional terus meningkat, didorong oleh dinamika geopolitik global serta kebutuhan berbagai perusahaan teknologi besar dunia dalam mendukung adopsi teknologi AI.

Konsisten Transformasi Perusahaan untuk Penciptaan Nilai di Masa Depan

Eksekusi strategi TLKM 30 pada semester pertama 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan pada keempat pilar transformasi.

Dari sisi Operational & Service Excellence, Perseroan melaporkan pertumbuhan arus kas operasional sebesar 9,5% YoY serta terus meningkatkan efisiensi biaya operasional (OPEX) dan menerapkan pengelolaan belanja modal (CAPEX) secara prudent. Selain itu, implementasi Early Retirement Program (ERP) yang disertai mobilitas karyawan sebagai bagian dari upaya perampingan bisnis turut meningkatkan efektivitas pengelolaan biaya pegawai.

Di sisi lain, Perseroan juga menuntaskan Streamlining terhadap 10 entitas sebagai upaya menyederhanakan struktur grup dan penataan portofolio bisnis. Melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi, langkah ini semakin memperkuat fokus Telkom pada bisnis inti serta membangun organisasi yang lebih tangkas. Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun, di mana lebih dari 96% difokuskan pada pengembangan area bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.

Implementasi pilar Unlock Value juga terus mencatatkan kemajuan. Sepanjang semester pertama 2026, Telkom telah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan strategis dalam pelaksanaan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2, yang hingga kini tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada semester kedua 2026.

Pada pilar Modus-operandi Shift, Telkom terus memperkuat implementasi model Strategic Hold-Co melalui pengelolaan portofolio dan operasional bisnis yang terintegrasi pada empat segmen bisnis utama.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini. Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional," tutup Dian.

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
16/09/2026 20:31 WIB
10 Tahun BINUS @Bekasi: Raih Rekor MURI Tes Potensi Diri Pelajar Terbanyak, Perkuat Peran sebagai Business, Service, and Technology Campus
Pencapaian ini menjadi bagian dari perayaan satu dekade BINUS @Bekasi yang mengusung tema “Innovating Bekasi, Inspiring Indonesia” dan digelar pada 16 September 2026 di Multimedia Gallery BINUS @Bekasi.
 
Nasional
16/09/2026 19:06 WIB
5 Tahun Beroperasi, blu by BCA Digital Dongkrak Lonjakan Transaksi Gaya Hidup dan Pembayaran Global
Pertumbuhan ini digerakkan oleh porsi demografi anak muda yang sangat dominan, di mana 56% nasabah blu merupakan Gen Z dan 35% merupakan Milenial (total 91% digital natives). Laju akuisisi nasabah baru pun dipimpin oleh Gen Z dengan pertumbuhan 30% YoY, disusul Milenial sebesar 20%…
 
Nasional
15/09/2026 08:07 WIB
Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia
Penghargaan KGI tegaskan kontribusi Telkom Solution bagi transformasi digital di berbagai Industri.
 
Nasional
14/09/2026 22:02 WIB
Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026
Investasi strategis di CYFIRMA perluas kolaborasi solusi keamanan siber yang inovatif di Indonesia.
 
Nasional
13/09/2026 18:13 WIB
Sequis SHEPRENEUR Gelar SHElebration, Rayakan Semangat dan Perjalanan 60 Perempuan Wirausaha
SHElebration menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada 60 perempuan wirausaha sekaligus merayakan pencapaian TOP 3 SHEPRENEUR 2026
 
Nasional
11/09/2026 17:59 WIB
TelkomGroup Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Zero Plastic Movement
Sediakan fasilitas water refill station bagi karyawan dan perkuat kolaborasi komunitas hingga pelaku usaha.
 
Nasional
10/09/2026 21:55 WIB
Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG
Pertahankan predikat Bintang 5 tiga tahun berturut-turut, tegaskan komitmen GRC sebagai fondasi keberlanjutan bisnis.
Ad Placholder