Endang Muchtar
Kamis, 21 Agustus 2025 - 17:22 WIB

Analisis Keputusan RDG BI: Penurunan BI Rate Terukur dan Pro Growth

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga BI Rate secara gamblang menunjukkan stance kuat bank sentral yang pro growth dengan pertimbangan rasional realisasi maupun ekspektasi inflasi, nilai tukar rupiah yang relatif stabil, dan perlunya stimulus untuk mendorong perekonomian nasional.

Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty LPPI, berpendapat bahwa keputusan BI betul-betul terukur, terarah dan konstruktif bagi para pelaku ekonomi dan perbankan.

"Pertimbangan rasional baik realisasi maupun ekspektasi inflasi masih dalam target BI yang 2,5% +/- 1, juga nilai tukar rupiah yang relatif stabil dan berada dalam kisaran asumsi APBN 2025 serta perlunya stimulus untuk mendorong perekonomian nasional," ujarnya Ketika dihubungi Financial Review Rabu (20/8).

Ryan menambahkan stance kebijakan moneter longgar atau dovish policy ini memang sangat dibutuhkan untuk mampu menghela sektor riil sekaligus mengharmonisasikan kebijakan moneter ini dengan kebijakan fiskal pemerintah yang juga countercyclical (pro growth).

Menariknya, lanjutnya, disebutkan dalam risalah rapat RDG BI tersebut terkait terbukanya ruang penurunan BI Rate lebih lanjut.

"Dengan demikian, pelaku perbankan secara bertahap akan menyesuaikan suku bunga (simpanan dan kredit) yang lebih akomodatif untuk merangsang pelaku dunia guna meningkatkan permintaan fasilitas kredit (terutama kredit produktif, yaitu kredit investasi dan kredit modal kerja) seiring ekspansi produksi atau bisnisnya," tuturnya.

Dia menuturkan bauran kebijakan yang pro growth tersebut juga sangat relevan dan antisipatif dalam kerangka meringankan beban tambahan yang dipikul para pengusaha (terutama eksportir) yang terkena dampak kenaikan tarif Trump sebesar 19%.

Ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai penurunan suku bunga BI Rate sejalan dengan harapan dari pemerintah supaya iklim suku bunga perbankan makin kondusif untuk mendorong ekonomi agar tumbuh agresif.

Dia menjelaskan dalam RAPBN 2026 target pertumbuhan ekonomi di level 5,4%. Sehingga mengharuskan seluruh elemen dari aktivitas ekonomi Indonesia harus bergerak agresif.

"Juga harus sejalan untuk mendukung program Asta Cita pemerintah, baik untuk kemandirian energi, kemandirian pangan, MBG, hiliriasi, sektor kesehatan, sektor pendidikan, terkait juga dengan pertahanan semesta, dukungan UMKM, Koperasi Merah Putih. Dari sisi investasi Danantara atau investasi swasta, mau tak mau harus inline," jelasnya kepada Financial Review dalam kesempatan terpisah.

TAGS
  1. BI
  2. BI Rate
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
3 jam yang lalu
Kementerian Kehutanan dan Uni Eropa Perkuat Kemitraan Konservasi di Sulawesi Utara
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk meninjau implementasi program konservasi berbasis masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama internasional dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
 
Nasional
3 jam yang lalu
Luke Vickery Resmi WNI: Bakal Seperti Apa Wajah Baru Timnas Indonesia Racikan John Herdman?
Prosesi pengambilan sumpah dan janji Luke Vickery sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), dipimpin langsung Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas.
 
Nasional
4 jam yang lalu
Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala
Pembangunan IKN didukung melalui tiga skema pembiayaan, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilaksanakan oleh Kementerian, APBN yang dilaksanakan melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta.
 
Nasional
4 jam yang lalu
Menko Airlangga: Indonesia Jadi Anggota Pendiri WAICO untuk Atasi Ketimpangan AI Dunia.
Keikutsertaan Indonesia dalam deklarasi organisasi ini merupakan wujud komitmen dalam memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
 
Nasional
6 jam yang lalu
Ubed Tembus 16 Besar Japan Open pada Debut Super 750, Cermin Konsistensi Pembinaan Atlet Muda PBSI bersama BNI
Pebulu tangkis muda Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed melaju ke babak 16 besar Japan Open 2026
 
Nasional
17 jam yang lalu
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih dan perbaikan kualitas aset pada semester I/2026
 
Nasional
20 jam yang lalu
BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan
BNI membawa tiga usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor untuk mengikuti Korea Import Expo 2026
Ad Placholder