EKA
Jumat, 30 Oktober 2020 - 20:07 WIB

‘Agro-Solution’, Cara Produsen Pupuk Memajukan Sektor Pertanian Tanah Air

Foto/Dok-PupukIndonesia/ECONOMICZONE
Foto/Dok-PupukIndonesia/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Guna memajukan sektor pertanian Indonesia menuju era pertanian modern, PT Pupuk Indonesia (Persero) mengembangkan program Agro-Solution. Program tersebut sekaligus bertujuan untuk membantu Pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Lewat program Agro-Solution, petani mendapatkan pendampingan intensif tentang budidaya pertanian berkelanjutan serta melibatkan rantai pasok dan didukung teknologi. Sebagaimana yang pernah disampaikan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman, bahwa program ini dilakukan dengan berbasiskan triple bottom-line atau 3P (People, Planet, Profit) yang tersematkan dalam enam langkah penting implementasi Agro-Solution,” kata Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (30/10).

Pertama, pengelolaan tanah dan tanaman yang produktif dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Kedua, pendampingan yang intensif. Ketiga, pola budidaya pertanian presisi berbasis teknologi digital (digital farming), yang didukung dengan penggunaan alat dan mesin untuk meningkatkan produktivitas lahan secara kualitas maupun kuantitas. Keempat, akses permodalan dan perlindungan risiko berupa asuransi pertanian bagi petani. Kelima, pengembangan sosial masyarakat petani dan bisnis inklusif. Terakhir, menciptakan kemitraan pertanian pasar (Farm To Market Partnership) guna meningkatkan ketersediaan pangan sesuai kebutuhan pasar, meningkatkan nilai tambah hasil panen, ketersediaan jaringan distribusi serta ketersediaan off taker.

“Enam poin tersebut menjadi siklus berkelanjutan yang tidak hanya menguntungkan petani, namun juga seluruh pihak yang menjadi bagian dari rantai pasok,” tambahnya.

Program ini secara perlahan telah berhasil diimplementasikan di beberapa daerah. Saat ini, Pupuk Kaltim tengah mengawal keberhasilan Agro-Solution di Jember dan Banyuwangi. Di Jember, program ini diterapkan di atas lahan 40 hektar dan melibatkan 28 petani. Pupuk Kaltim ambil porsi sebagai Koordinator Kemitraan, memberikan pendampingan untuk digital farming, serta pendampingan penyediaan pupuk non-subsidi. Dalam hal permodalan, para petani memperoleh akses dari Bank BNI, dan layanan asuransi pertanian dari Asuransi Jasindo. Selain itu, petani pun mendapatkan pendampingan dari Pemda Jember untuk akses perizinan dan penyuluhan. Terakhir, ada perusahaan swasta dan koperasi yang bertindak sebagai off taker hasil panen.

Sementara itu, di Banyuwangi program Agro-Solution diterapkan di atas lahan 14 hektar bersama 8 orang petani. Layaknya di Jember, para petani mendapatkan pendampingan dari Pemda Banyuwangi dan PT Pupuk Kaltim, termasuk juga untuk penyediaan pupuk. Kerjasama dengan swasta pun dilakukan untuk memberikan layanan akses modal, asuransi, benih dan pestisida serta off taker atas hasil panen.

Petani-petani tersebut mendapatkan pembinaan dan kawalan teknis, serta pasokan pupuk non subsidi yang disesuaikan dengan kondisi lahannya. Mereka juga diberi kawalan untuk mendapatkan bantuan permodalan KUR dari perbankan, serta memperoleh asuransi pertanian.

Program ini juga dimanfaatkan untuk ujicoba teknologi i-Farm, yaitu aplikasi yang dikembangkan Pupuk Kaltim guna memantau aktivitas dan kemajuan para petani binaan di daerah tersebut. “Tentunya juga kami bersinergi dengan pemerintah daerah dan petugas PPL untuk membina petani, termasuk juga pihak swasta,” katanya.

Berkat program agro solution ini produktivitas pertanian terbukti meningkat di atas rata-rata. Di Jember, hasil panen meningkat 52,9% dari semula 7 ton per hektar menjadi 10,7 ton per hektar. Dari segi pendapatan, naik 69,6% dari biasanya 21.625.000 per hektar menjadi 36.675.000 per hektar. Begitu pun di Banyuwangi, hasil panen melonjak 76% dari semula 5 ton per hektar menjadi 8,8 ton per hektar. Pendapatan naik 107,7% dari semula 13.050.000 per hektar menjadi 27.106.000 per hektar.

Sampai dengan kuartal 4 2020, luasan lahan Agro-Solution telah mencapai 1.256,18 hektar yang tersebar disejumlah daerah, seperti Bima, Dompu, Madiun, Magetan, Tulungagung, Tuban, Bojonegoro, Bone, Janeponto, Sidrap, Minahasa, Bolmong, Tomohon, Boalemo, Gorontalo, Banyuwangi dan Jember.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
18 jam yang lalu
TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
BTW 2026 menjadi momentum TelkomGroup memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah dan pelaku industri untuk mendorong transformasi digital nasional
 
Nasional
16/10/2026 14:41 WIB
Debut Akting Azka Corbuzier di New York Dipuji, Home, Almost Sentuh Emosi Penonton
Pemutaran perdana dunia film pendek Home, Almost di Urbanworld Film Festival 2026, New York, menjadi momen berkesan bagi Azka Corbuzier yang menjalani debut aktingnya melalui film tersebut. Karya arahan Tumpal Tampubolon itu mendapat sambutan antusias, dengan sejumlah penonton menyampaikan…
 
Nasional
13/10/2026 08:04 WIB
Telkom University Terus Berkoordinasi dalam Proses Pencarian Mahasiswa Maisha Aurelia Rafif
Telkom University dukung upaya pencarian bersama keluarga dan pihak berwenang
 
Nasional
13/10/2026 02:00 WIB
Kolaborasi Tokopedia & TikTok Shop Dongkrak Transaksi Momami hingga Dua Kali Lipat Lewat #BeliLokal Brand Day
melalui Tokopedia dan TikTok Shop, didukung oleh puluhan ribu video affiliate creator setiap bulannya.
 
Nasional
12/10/2026 19:00 WIB
Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti
Penataan portofolio bisnis secara terukur dan berlandaskan tata kelola yang baik menjadi pijakan transformasi TelkomGroup menuju pertumbuhan berkelanjutan
 
Nasional
12/10/2026 14:56 WIB
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026, TelkomGroup Siagakan Infrastruktur Digital Berkapasitas Tinggi
InfraNexia siapkan kapasitas backbone hingga 600 Gbps di sejumlah titik kritikal untuk menjamin kelancaran operasional acara
 
Nasional
09/10/2026 16:51 WIB
Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI Nasional di Road to DTIIF 2026
Melalui Telkom Solution, Telkom mempertemukan kapabilitas teknologi dan kolaborasi lintas sektor guna mendorong pemanfaatan AI yang berdampak bagi bisnis
Ad Placholder