ECONOMIC ZONE - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Serikat Pekerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) hari ini secara resmi dibuka, dengan mengusung tema "Menjaga BNI, Menjaga Bank Anak Kandung Republik Indonesia”, dan secara khusus dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph. D., serta Jajaran Komisaris dan Direksi BNI.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Umum SP BNI, Alfri Hamonangan, yang menyampaikan filosofi tema Rakernas SP BNI. “Tema ini menggambarkan hubungan emosional yang kuat antara BNI dengan Republik ini. Serikat Pekerja BNI sebagai mitra strategis Manajemen, siap berkolaborasi, bersinergi militansi yang kuat, untuk mendukung program kepegawaian dan lainnya demi kemajuan perusahaan. “Sebagai Serikat Pekerja, kami mendukung pencapaian kinerja yang berprestasi yang akan berdampak positif untuk peningkatan kesejahteraan anggota” ujar Alfri.
Direktur Utama BNI, Bapak Putrama Wahju Setyawan, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi, tidak hanya di internal perusahaan tetapi juga dengan kementerian dan lembaga pemerintah lainnya.
"Rakernas ini bukan hanya agenda internal, tetapi juga cerminan komitmen BNI mendukung keberadaan serikat pekerja sebagai mitra strategis perusahaan. Sesuai tema Rakernas saat ini Menjaga BNI, Menjaga Bank Anak Kandung Republik Indonesia, sangat relevan dengan kondisi BNI saat ini yang sangat membutuhkan soliditas dan militansi dalam mendukung implementasi berbagai project transformasi untuk percepatan peningkatan kinerja BNI" ujarnya.
"Kehadiran Menteri Ketenagakerjaan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas SDM, dan menjaga hubungan industrial yang harmonis" kata Putrama.
Hadir dalam acara tersebut, Komisaris Utama BNI Bapak Omar Sjawaldy Anwar yang turut menyampaikan sambutannya. “Harmoni industrial adalah cerminan kematangan kita sebagai sebuah keluarga besar yang sangat bernilai bagi BNI” kata Omar.
Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli, Ph.D., menyoroti pentingnya menciptakan hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan, serta mendorong BNI untuk terus mengembangkan hubungan industrial yang transformatif. “Hubungan industrial Serikat Pekerja dan Manajemen ibarat dua roda gigi, perusahaan adalah roda pertama dan Serikat Pekerja adalah roda kedua. Jika kedua roda berjalan bersama maka akan lebih cepat sampai ke tujuan” kata Yassierli.
Rakernas SP BNI dihadiri oleh 310 orang terdiri dari peserta, undangan internal dan eksternal beserta sejumlah narasumber diantaranya Direktur Human Capital dan Compliance BNI, Munadi Herlambang, SEVP Human Capital BNI, Efita Praharani dan SEVP Network & Sales, Sri Indira, yang akan menyampaikan materi diskusi dengan topik kebijakan human capital untuk mendorong peningkatan produktivitas BNI hi-movers, penerapan transformasi digital dan model bisnis yang efektif dalam mendukung produktivitas perusahaan, serta strategi menyiapkan kaderisasi BNI Hi-movers yang tangguh, militan, dan in the market.
Rakernas ini menjadi penegasan komitmen BNI untuk berkolaborasi dengan serikat pekerja sebagai mitra strategis perusahaan untuk untuk percepatan peningkatan kinerja perusahaan yang berprestasi.
Dengan sinergi yang kuat antara manajemen, karyawan, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan, BNI optimis dapat menghadapi berbagai tantangan ke depan.
"Kami akan terus berkolaborasi, bersinergi, dan memupuk militansi untuk menjaga produktivitas perusahaan, memastikan BNI tetap menjadi bank kebanggaan bangsa, anak kandung Republik Indonesia, untuk itu saya mengajak seluruh elemen peserta Rakernas untuk memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya, kita gunakan forum Rakernas ini untuk bertukar pikiran, dan menyepakati hal-hal yang produktif untuk kejayaan BNI yang dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai" tutup Direktur Utama BNI.
Komentar